Uji Orisinalitas Skripsi, FDK Terapkan Detektor Plagiasi - Araaita.net

Breaking News

Thursday, 21 March 2019

Uji Orisinalitas Skripsi, FDK Terapkan Detektor Plagiasi

Choirul Arif saat ditemui kru araaita.com
Dok. Araaita/Hans

Araaita.com - Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam  Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya mulai menerapkan sistem pendeteksi plagiasi untuk menguji keaslian karya skripsi tahun ini. Hal ini menjadi terobosan baru setelah semulanya hanya bisa diakses di perpustakaan kampus UINSA, kini dapat diakses melalui masing-masing Program Studi (Prodi) atau jurusan.

Choirul Arif, Wakil Dekan (Wadek) I bidang Akademik FDK Mengatakan bahwa sistem ini diterapkan untuk meningkatkan orisinalitas hasil skripsi mahasiswa tingkat akhir. Tak hanya demikian, Arif juga mengatakan bahwa penerapan sistem ini untuk menjaga reputasi UINSA sendiri.

"Benar, di FDK baru tahun ini. Tujuannya tak lain untuk menjaga keaslian dari hasil skripsi mahasiswa, dan untuk kemajuan kampus kita juga tentunya," jelasnya.

Arif juga menjelaskan tentang mekanisme penggunaan sistem ini. Kata Arif, Aplikasi yang digunakan dalam sistem ini bernama 'Turnitin'. Dikutip dari kompasiana.com, program 'Turnitin' berfungsi untuk mendeteksi tingkat persentase copy-paste yang dilakukan penulis.
Kerja program 'Turnitin' menunjukkan angka 47%
Dok. Google
Lebih lanjut, Arif juga mengatakan bahwa saat ini masing-masing Prodi dan jurusan sudah mendapatkan username dari pihak kampus.

"Masing-masing jurusan dan Prodi sudah ada usernamenya, tinggal mahasiswa nyetor filenya (skripsi), lalu akan dapat diketahui berapa persen hasilnya," terangnya.

Dalam pengoperasiannya, Sistem ini memiliki batas maksimal 20% plagiasi untuk setiap karya. Arif juga menambahkan, bagi karya yang melebihi batas maksimal persentase, karya akan dikembalikan untuk diperbaiki.

"Tidak ada sanksi kok, hanya disuruh memperbaiki," imbuhnya.

Meski dianggap dapat mengurangi persentasi plagiaritas, wadek I FDK ini menilai penerapan program tersebut belum bisa berjalan maksimal di FDK. Menurutnya, hal ini dikarenakan masih adanya ketidaksiapan dari mahasiswa maupun dosen.

"Di FDK masih 'Ndal-Ndul' (belum maksimal), baik dari mahasiswa maupun dosen pembimbingnya," tambahnya.

Arif juga mengharapkan bahwa sistem ini dapat dikelola dengan baik. Pasalnya, menurut Arif, program ini dapat meningkatkan kualitas karya tulis yang disusun mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhir perkuliahan.

"Program ini bersifat supporting mas, dan semoga program ini dapat istikamah," pungkasnya.
(Chan)

3 comments: