FDK dan FUF lakukan Penangkalan radikalisme untuk Maba - Araaita.net

Breaking News

Sunday, 18 August 2019

FDK dan FUF lakukan Penangkalan radikalisme untuk Maba

Dok. Araaita/Yoga
Halim saat ditemui kru Araaita.net terkait penyebaran buletin terlarang

Araaita.net - Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya dilakukan selama empat hari dan sudah berlangsung sejak tanggal 14 Agustus. Pada hari ketiga PBAK, beredar kabar terkait penyebaran buletin yang dibuat oleh salah satu organisasi ekstra yang bernama Gerakan Mahasiswa Pembebasan. 

Gerakan Mahasiswa Pembebasan merupakan sebuah organisasi mahasiswa ekstra kampus yang bergerak di kalangan mahasiswa yang ingin menjadikan ideologi Islam sebagai arus utama Indonesia.

“Ini merupakan ancaman serius yaitu diketemukannnya mahasiswa yang menyebarkan selebaran dan terindikasi kuat mengikuti paham radikal atau HTI,” kata Abdul Halim, Dekan FDK.

Menindak lanjuti berita yang telah beredar dan mengingat permasalahan yang terjadi merupakan masalah yang cukup serius, beberapa fakultas melakukan penangkalan paham radikal dengan melakukan beberapa tindakan. Diantara fakultas yang melakukan tindakan penangkalan ialah  fakultas Ushuludin dan Filsafat dan fakultas Dakwah dan Komunikasi.

Fakultas Ushuludin dan Filsafat melakukan tindakan penangkalan paham radikal dengan mapping. Mapping ini dilakukan dengan memberi pertanyaan dan menjawabnya di google form. Selain itu, sebagai tindak lanjut yang dilakukan untuk menangkal paham radikal yaitu dengan menyisipkan pengatahuan tentang Islam moderat di sela-sela materi kuliah.

“Selain mapping, salah satu bentuk antisipasinya yaitu di kurikulum yang pembahasannya mengarah ke Islam moderat,” Jelas Kunawi, Dekan Fakultas Ushuludin dan Filsafat.

Sementara itu, selain mapping, Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) juga menggunakan Ikrar Mahasiswa, dan mentoring. Sedang saat ini, tindakan yang sudah dilakukan untuk menangkal paham radikal dalam kegiatan PBAK adalah Mapping dan Ikrar Mahasiswa saat penutupan PBAK di depan fakultas. Mapping ini bersifat identifikasi dan dilakukan dengan mengisi Google Form. Dan bagi mahasiswa yang sudah terindikasi radikal akan dilakukan klarifikasi dan pemanggilan orang tua untuk diberikan peringatan. 

“Bentuk sanksi bagi mereka yang mengikuti aliran yang dilarang itu, yaitu kita  akan melakukan klarifikasi dan tidak menutup kemungkinan memanggil orangtuanya,”tegas Halim.

Ikrar Mahasiswa dilakukan dengan pembacaan ikrar mahasiswa yang dipandu oleh Abdul Halim, kemudian diikuti oleh seluruh mahasiswa baru FDK. Sedangkan program mentoring akan dilakukan saat perkuliahan aktif dan mentornya diambil dari mahasiswa yang bersih dari radikalisme.

“mentoring tentang idologi akan dilakukan saat perkuliahan aktif, mentornya diambil dari mahasiswa dan diusahakan mereka itu steril,” lanjutnya.

Pihak Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya tidak mentolerir mahasiswa yang beraliran radikal dan akan melakukan tindakan tegas terhadap mahasiswa yang terindikasi radikal dengan melakukan tindakan drop out dan seminimal mungkin akan diskors. 

“Kita tidak mentolerir mahasiswa yang mengikuti faham radikal dan akan menindak secara tegas mahasiswa yang terindikasi radikal dengan melakukan drop uot dan tindakan skorsing,” kata Mashum, wakil rektor III.
(Yosi)

No comments:

Post a comment