Jose Fangelino: Dari Konflik di Negaranya Hingga Idolakan Gus Dur - Araaita.net

Breaking News

Thursday, 15 August 2019

Jose Fangelino: Dari Konflik di Negaranya Hingga Idolakan Gus Dur

Dok. Araaita/Han
Menelisik: Jose bercerita tentang kehidupannya pada salah satu kru Ara Aita

Araaita.net - Lelaki bernama Jose Fangelino Fernandes itu nampak semangat mengikuti setiap rangkaian acara Pengenalan Budaya Akademik dan Kampus (PBAK) di hari pertama, Rabu (14/08). Meski berasal dari Brazil, hebatnya ia mampu memahami bahasa Indonesia yang diucapkan lawan bicaranya, walaupun ia belum mampu berbicara bahasa Indonesia dengan baik. 

Sebuah konflik yang berujung peperangan di negaranya, dianggap penyebab mengapa sulit mencari pekerjaan di Brazil. Lalu pada tahun 2003, Jose memutuskan untuk pergi ke Indonesia dan tinggal bersama Pamannya yang juga sedang mencari kerja di Indonesia. 

“2003 saya sampai di Perak, Surabaya dan paman membawa saya ke tambaksari. Setelah di tambaksari saya kost di kapasan dekat ampel,” papar lelaki berkulit sawo matang itu. 

Tahun-tahun sebelum diterima di UINSA, Jose mengumpulkan uang dari Channel Youtube miliknya. Selain itu  ia juga merupakan seorang vokalis dari band bernama 'Glories' yang bergenre pop rock alternative. Biasanya, ia beserta grup bandnya di undang dalam event-event besar, dan sebagai pengiring musik di sebuah kafe.

Sebagai lelaki yang berdarah portugis,  ia menyukai berbagai budaya di Indonesia dan berbagai joke yang viral.

“Saya cinta indonesia dengan jokesnya, like kids jaman now, negara santuy and many other,” candanya. 

Selain joke yang viral di Indonesia, Jose mempunyai dua tokoh Indonesia yang menjadi inspirasinya. Dua tokoh tersebut yakni Ir. Soekarno dan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Baginya, Ir. Sokarno merupakan pemimpin karismatik yang bisa mempersatukan orang Indonesia meski berbeda ras, suku, maupun agama. 

Begitupun dengan sosok Gus dur. Hal yang paling Jose sukai dari Gus Dur ialah, bahwa gusdur percaya indonesia bisa menjadi negara besar, meski tahu Indonesia rawan konflik sara. Asalkan Indonesia mau bersatu dan mempunyai rasa persaudaraan. Terlepas dari dua tokoh legendaris diatas, tokoh Indonesia yang ia kagumi saat ini adalah Jokowi, Presiden Indonesia sekarang.
  
Dari rasa kagum terhadap ketiga tokoh diataslah, Jose bertekad membuat orang Indonesia kagum terhadapnya, walaupun dia berasal dari Brazil. Meski ia merupakan seorang katolik, ia juga bertekad kuat untuk menjadi yang pertama orang non-muslim yang berkuliah di UINSA, yang basisnya merupakan Kampus Islam. 

“Saya orang yang berbeda, ini kampus islam tapi jika Tuhan menghendaki, aku akan belajar disini,” ungkapnya dengan sorot mata yang pasrah.

Jose berkeyakinan bahwa semua itu jalan terbaik dari Tuhan. Baginya Islam dan Katolik itu sama meskipun  dari utusan ajaran agama yang berbeda. 

“Aku katolik dan aku masih mengikuti budaya portugis. Yang mayoritas 99% di brazil adalah katolik. Tapi aku percaya bahwa agama kita sama. Di katolik kita percaya utusan Isa dan di Islam utusannya Muhammad. Dan Tuhan itu satu. Saya disini karena ini jalan terbaik dari Allah (Tuhan),” pungkas Jose yang kini diterima di program studi Sastra Indonesia, Fakultas Adab dan Humaniora.
(Afis)

No comments:

Post a comment