Mengenai Tulisan 'UINSA Dungu Akut', Khubby: Bukti Mereka Terpepet - Araaita.net

Breaking News

Saturday, 24 August 2019

Mengenai Tulisan 'UINSA Dungu Akut', Khubby: Bukti Mereka Terpepet

Wakil Sekjend IKA-UINSA saat ditemui Kru Ara Aita

Araaita.net - Beberapa hari terakhir ini, kalangan aktivis dan alumni Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya geger setelah adanya tulisan berjudul “Uinsa Surabaya ‘terpapar’ Dungu Akut?”. Artikel yang beridentitas Nasrudin Joha sebagai penulisnya tersebut membuat geram siapapun civitas UINSA yang membacanya.

Mengacu pada berita yang diterbitkan voa-islam.com (11/06/2019), sejak Juni 2018  sudah ada sekitar 108 tulisan yang tayang dengan nama pena ‘Nasrudin Joha’, sebagian besar tulisan-tulisan itu bernada kritikan terhadap berbagai aspek, diantaranya tokoh politik, ormas-ormas, bahkan Pancasila.

Entah siapa dibalik nama pena Nasrudin Joha ini, yang jelas tulisan terbarunya yang diunggah oleh akun Facebook 'Pejuang Islam Sejati' (21/08) dan 'Lindawati Eka Putri' (22/08) itu sedikit menyenggol eksistensi UINSA Surabaya. Tulisan tersebut ditujukan pada sebuah banner buatan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UINSA yang diketuai Imam Nahrawi.


Ahmad Khubby Ali Rohmad, Wakil Sekjend IKA-UINSA memaklumi selalu ada tulisan atau forum yang mengintimidasi munculnya setiap kebijakan. Khubby mengibaratkan adanya kebijakan dan intimidasi tersebut bagaikan 'sego jangan' (nasi dan sayur) yang tak terpisahkan. Ia juga mengatakan bahwa dengan munculnya tulisan-tulisan seperti itu membuktikan pihak-pihak yang selama ini berafiliasi dengan gerakan radikal atau kelompok-kelompok sejenisnya merasa terpepet.

Ia menyebutkan selain karena kebijakan negara, sekarang ini di beberapa kampus juga kesadaran institusinya sudah mulai ada. Jadi ruang gerak kelompok-kelompok anti-Pancasila semakin sempit.

“Kita sebagai civitas akademika bertanggung jawab untuk mewaspadai itu semua, karena ini adalah ibaratnya musuh-musuh kita semua,” ungkap Dosen Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) tersebut.

Institusi UINSA dalam hal ini yaitu rektorat dan jajarannya akan menindak langsung jika ada mahasiswa atau dosen yang terbukti mengikuti ideologi Gerakan anti-Pancasila itu. Khubby mengungkap fakta bahwa ada beberapa yang sudah ditangani dan diberikan sanksi oleh rektorat.

"Jumlah dan segala keterangannya ada di catatan Wakil Rektor (Warek) II, karena beliau yang menaungi," jelasnya.

Ia tak terkejut mendengar adanya mahasiswa yang telah terpengaruh paham itu, dari data yang ia ketahui di kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) juga banyak yang terpapar.

“Di TNI saja yang katanya Lembaga paling nasionalis, 3% diantaranya sudah terpapar Gerakan seperti itu, apalagi hanya di kalangan mahasiswa, wajar,” tutupnya. (Dede/Apis/Sachi)

No comments:

Post a comment