Terjunkan 20 Personel, Menwa Kewalahan Kondusifkan 4.448 Maba - Araaita.net

Breaking News

Thursday, 15 August 2019

Terjunkan 20 Personel, Menwa Kewalahan Kondusifkan 4.448 Maba


Dok. Araaita/Han
Rizal saat mengamankan kegiatan PBAK 2019

Araaita.net- Kurangnya pengamanan dari pihak penyelenggara Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2019 membuat  Mahasiswa Baru (Maba) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya terlihat mondar-mandir saat materi berlangsung. Beberepa diantaranya membeli makanan di luar UINSA. Tak hanya itu, beberapa Maba juga terlihat sedang menghabiskan waktunya di kantin UINSA. Parahnya lagi beberapa maba terlihat tidur-tiduran di serambi Masjid.

Rizal Hamdani, Pimpinan Resimen Mahasiswa (Menwa) untuk Kegiatan PBAK 2019 menganggap tenaga pengamanan dalam kegiatan ini kurang. Rizal mengatakan bahwa Surat Keputusan (SK) dari rektorat hanya menghadirkan 13 anggota dari Menwa. Jumlah tersebut dirasa tak sebanding dengan jumlah Maba yang mencapai kurang lebih 4.448 mahasiswa.

“Gini, sekarang di SK kami 13 orang, saya hadirkan 20 orang, lumayankan daripada nggak ditambah sama sekali,” tegasnya.

Selain karena jumlah yang tak sebanding, Rizal juga menambahkan mengenai kurangnya dukungan dari pihak rektorat mengenai keamanan. Pihak Menwa menuntut jika pihak rektorat ingin dibantu sepenuhnya, maka rektorat juga harus menyediakan penunjang secara penuh kepada Menwa.

“Ya gimana ya. Kita dengan kemampuan terbatas. Menwanya juga tidak banyak dibanding mabanya. Kalo kita diserahkan seperti itu, ya seharusnya ada dukungan dari rektorat seperti fasilitas, tunjangannya juga ada. Dukungannya juga kurang. Ya kalau berharap kami memberikan bantuan sepenuhnya, ya berikanlah juga kita hak-hak sepenuhnya,” tuturnya.

Terlepas dari kurangnya dukungan rektorat, Rizal mengungkapkan kurang koordinasi antara panitia dari masing-masing fakultas dengan menwa juga menjadi salah satu penyebab tidak kondusifnya maba saat kegiatan berlangsung. Ia menganggap maba lebih condong mengikuti arahan dari panitia fakultas ketimbang dari anggota menwa yang minim.

“Malah lebih pinter fakultas daripada Menwa. Karena apa? Karena Maba takut ke katingnya kita ditakuti apanya? Cuma 13 orang,” imbuhnya.

Sebagai salah satu pihak yang turut menyelenggarkan PBAK 2019, Rizal menginginkan semua pihak juga dapat melakukan evaluasi tanpa saling menyalahkan pihak yang satu dengan yang lain dan mampu bersinergi dalam kegiatan Universitas, bukan Fakultas.

“Menwa sendiri bergerak berdasarkan dari intruksi atasan, yakni rektorat sebagai penyelenggara PBAK itu sendiri. Ya kita gak bisa salahkan satu dua orang. Kita saling intropeksi kekurangan masing-masing dari semua pihak. Dua hari ini kita lebih fokus ke-UINSA-nya. Bukan hanya perfakultas,” harapnya menutup wawancara.
(Han/Di)

No comments:

Post a comment