Cek Hoax dengan Tools dari Google - Araaita.net

Breaking News

Saturday, 21 September 2019

Cek Hoax dengan Tools dari Google



Tangkapan layar tampilan awal mesin pencari

Araaita.net - Dalam workshop yang diselenggarakan oleh Aliansi Jurnalis Indpenden (Aji) yang  menghadirkan Yinthze Sofline Lingkan Gunde selaku perwakilan dari Aji dan trainer dari  Google sebagai pemateri yang membahas mengenai penangkalan informasi hoax dengan menggunakan tools Google.

Wanita yang disapa Fia ini menjelaskan tools  apa saja yang dapat membantu jurnalis dalam  menangkal berita hoax yang menjadi permasalahan pelik di Indonesia akibat pemakaian sosial media (sosmed) yang meraja lela, dimana netizen lebih mementingkan ke-viralan dari sebuah informasi atau berita tanpa tahu kebenarannya.

Pertama, menggunakan Google Reverse Image Search. Tool ini dapat digunakan untuk mengecek gambar atau video yang meragukan atau terindikasi hoax. Dengan tool ini pengguna dapat melihat kapan gambar atau video tersebut pertama kali diunggah di internet dan membandingkannya dengan unggahan yang lain.
Google Reverse Image Search

Kedua, mengakses Yandex.com yang merupakan platform seperti Google dari Rusia yang mampu mengecek situs, gambar, atau video yang diragukan kebenarannya. Tool ini lebioh lengkap dan lebih canggih daripada Google, sehingga pihak Google sendiri menyarankan menggunakan platform ini.

Ketiga,  menggunakan Google Maps, Google street View, dan Google earth untuk mengecek keabsahan dari lokasi yang dimuat di sebuah berita, dengan menunjukkan gambar-gambar dari lokasi yang dimaksud.


 (kiri) Logo Google Maps, (tengah) Logo Google Street View, (kanan) Logo Google Earth

“Jadi, ada tiga tools yang digunakan. Google Reverse Image Search, yandex.com, dan Map Google” ujarnya (21/09).

Salah satu contoh kasus hoax yang viral tahun 2018 lalu adalah kasus Ratna Sarumpaet yang mengaku dipukul laki-laki. Ia (Ratna) menyebarkan foto wajahnya yang lebam seperti habis dipukul di sosmednya kemudian menjadi viral dan mendapatkan banyak perhatian dari netizen. Namun pada kenyataannya ia melakukan operasi plastik dan mendapatkan hasil yang tidak memuaskan. Kasus tersebut merupakan kasus terhoax pada tahuin 2018 lalu yang menjadi trending utama di Indonesia.

“Selain kasus tersebut masih banyak lagi kasus-kasus yang terindikasi hoax dan mendapat respon dari masyarakat dengan menyebarluaskan informasi hoax di sosmed” tambahnya saat mengisi materi di Fakultas psikologi dan Kesehatan Uin Sunan Ampel Surabaya.

Wartawan Metro itu juga memberikan tips untuk mengamankan sosmed kita seperti email, facebook, twitter, dan sebagainya agar tidak kena hack dari pihak yang ingin memanfaatkan akun kita untuk kepentingan pribadi.

Tips yang ia berikan ada tujuh, namun yang paling urtama untuk menangkal hack dengan memperkuat password akun kita. Caranya untuk memperkuat keamanan password bisa mengakses situs www.howsecureismypassword.net yang akan memberi tahu seberapa kuat password yang digunakan. Dan mengakses situs www.haveibeenpwned.com untuk mengecek apakah akun kita pernah dibobol oleh orang lain. 




howsecureismypassword.net





haveibeenpwned.com

No comments:

Post a comment