Prasarana Tak Memadai, Ganggu Proses Perkuliahan - Araaita.net

Breaking News

Wednesday, 11 September 2019

Prasarana Tak Memadai, Ganggu Proses Perkuliahan

Dok. Araaita/Sachi
Berisik: Terlihat ruang kelas yang disekat terpal

Araaita.net – Prasarana merupakan sumber daya fisik yang menunjang terselenggaranya suatu kegiatan termasuk perkuliahan. Namun di Fakultas Adab dan Humaniora (Fahum) gedung B Multimedia ruang 101-103, kelas hanya di batasi dengan terpal. 

Seringkali hal itu mendapat keluhan dari mahasiswa  dikarenakan suasana yang tidak kondusif saat kegiatan perkuliahan, dan suasana seperti itu sudah berlangsung kurang lebih 3 minggu.

Dinda Fadilah, salah satu mahasiswa Fahum mengeluh lantaran suara yang bertabrakan antar kelas sehingga mengganggunya ia belajar.

“Ohh dampak banget karena gak ada sekatnya, cuman dikasih kain kayak gini. Sedangkan ruangan itu butuh privasi, butuh suara yang jelas, gak tabrakkan sama ruang sebelah. Berisiknya itu ganggu belajar,” keluh mahasiswa dari program studi (Prodi) Bahasa dan Sastra Arab itu.

Selain Dinda, hal serupa juga dikeluhkan oleh Cynthia Nabilah mahasiswa prodi Sastra Inggris. Ia mengatakan bawasannya terganggu terutama untuk prodinya.

“Gak enak, ganggu terutama bagi sastra inggris, kan saya ada mata kuliah listening ya keganggu kelas lain, gak bisa konsen akhirnya. Ya intinya tidak enak lah,” ucap mahasiswi semester 3 tersebut.

Setelah kru araiaita.net menanyakan hal itu ke Wakil Dekan (Wadek) II Bagian Administrasi Umum Keuangan dan Perencanaan (9/9), Muzaiyanah mengatakan jika tembok sekat itu dibongkar lantaran ketika kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) tidak ada tempat yang memadai untuk ditempati oleh para mahasiswa baru.

“Jadi kemarin itu adab dapat jadwal dari rektorat di aula Fakultas Dakwah, namun kita lihat konstruksi bangunan tidak memungkinkan untuk menampung 420 an mahasiswa, kami juga tidak mau mengambil resiko jadi memutuskan untuk ganti tempat juga kesulitan. Akhirnya alternatif terburukya tetap menggunakan gedung sendiri dengan cara bongkar kelas untuk di jadikan aula,” ucapnnya.

Ia  telah menekankan kepada pihak kontraktornya agar saat perkuliahan sudah aktif kelas yang dibongkar sudah kembali seperti semula (tembok yang di bongkar sudah ditata lagi).  saat itu dari pihak kontraktor menjanjikan butuh waktu 3 hari. Akan tetapi dalam kurun waktu 3 minggu masih dalam proses pemasangan rel untuk tembok sekat antar kelas.

Hal tersebut  terjadi karena tukangnya mengerjakannya di gudang dan juga membutuhkan alat-alat  untuk mengerjakannya.

“Yah rupanya saya dikirimin, bukan tidak dikerjakan buk. Dikerjakan oleh tukangnya tapi dikerjakan di gudangnya karena dia butuh alat-alatnya mengerjakan kayu,dsb,” jelas wanita berkacamata itu.

Namun Muzaiyanah merasa lega lantaran sudah ada proses pengerjaan yang sudah terlaksana.“Yah Alhamdulillah ini sudah ada titik terang tadi saya cek tukangnya Insyaallah katanya 3-4 hari selesai,” ujarnya dengan nada lega.

Ia juga berharap agar cepat selesai dan tepat waktu. “Yah mudah-mudahan tepat waktu.  Saya harap minggu depan sudah selesai,” harapnya.

Muzaiyanah juga memohon maaf atas ketidaknyamanan tersebut. “Ya memang tidak nyaman dan juga saya mohon maaf kepada mahasiswa ke temen temen dosen atas ketidaknyamannan ini,” pungkasnya.
Sch

No comments:

Post a comment