Tak Kunjung Dapatkan Almamater, Mahasiswa FUF Lakukan Aksi - Araaita.net

Breaking News

Tuesday, 3 September 2019

Tak Kunjung Dapatkan Almamater, Mahasiswa FUF Lakukan Aksi


Dok. Araaita/Sachi
Lantang: Hazm saat melakukan orasi di depan gedung B1 FUF

Araaita.net – Pagi hari (2/9) di depan gedung B1 Fakutas Ushuludin dan Filsafat (FUF) terdengar suara keramaian dan teriakan dari puluhan mahasiswa dari Fakultas Ushuludin dan Filsafat. Ketika kru araaita.net mencoba menelusuri hal itu, ternyata hal itu merupakan bentuk protes mahasiswa FUF terhadap Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FUF.

Aksi yang di mulai sekitar pukul 07.30 WIB ini, dimulai dari lapangan futsal yang berada di samping Pesantren Mahasiswa dan berjalan sampai ke depan gedung B1 Fakultas Ushuludin dan Filsafat. Mereka berjalan bersama-sama sambil membawa spanduk yang bertuliskan ‘Penuhi Hak-Hak Mahasiswa’  sambil diiringi dengan orasi yang terdengar lantang oleh peserta aksi.

Hal ini tergerak lantaran keluhan-keluhan dari mahasiswa FUF 2019 yang belum menerima jas almamater dan belum menerima buku Mata kuliah Dasar (MKD).

“Tuntutan utama kita karena sampai sekarang almamater belum juga didapatkan oleh mahasiswa,” ucap Hazm selaku koordinator lapangan aksi tersebut.

Ia juga menambahkan bawasannya jas almamater dan buku MKD tersebut adalah hak yang di peroleh setiap mahasiswa.

“Almamater bukan masalah seberapa penting, tapi ini adalah hak bagi mahasiswa, apalagi buku MKD itu kan sudah masa kuliah, jadi mereka kuliah,tapi gak ada buku bimbingan dan gak ada persiapan,” tambahnya.

Hazm menjelaskan alasan peserta aksi menuntut DEMA dan SEMA karena kedua orang tersebut pejabat mahasiswa yang menjadi penyambung lidah mahasiswa kepada dekanat dan juga rektorat.

“Artinya bangaimana DEMA dan SEMA jangan hanya diam melihat hak-hak mahasiswa dibawah itu tidak terpenuhi,” jelas pria berambut gondrong itu.

Akan tetapi ia merasa puas dikarenakan DEMA menemui peserta aksi dan berkomitmen untuk mengawal hak-hak mahasiswa.

“Alhamdulilah tadi dari jajaran DEMA dan SEMA ada yang menemui dan berkomitmen untuk sama-sama mengawal hak-hak mahasiswa,” ujarnya dengan nada puas.

Menyikapi hal ini, Ahmad Ghozali, DEMA FUF turun tangan dan menjanjikan siap mengawal hal-hal tersebut, menindaklanjuti dan menanyakan kepada jajaran rektorat.

“Saya berkomitmen dan menjanjikan siap mengawal hal tersebut dan dalam waktu dekat menindaklanjuti ke jajaran rektorat dan menanyakan terkait almamater dan buku MKD itu. Kejelasannya nanti saya beritahukan kepada anak-anak,” jawab pria tesebut saat diwawancarai kru araaita.net.

Ia juga menegaskan bahwa akan menanyakan hal-hal tersebut pada minggu ini.
“Insya Allah dalam minggu ini saya ke rektorat,” tegasnya
 (Sch)

3 comments:

  1. Satu ujar kata yg perlu di lontarkan ke dalangnya....

    "Goblok"

    Settingan yang bersifat komunal ini tak begitu berpengaruh kalau menyenggol UINSA hari ini...
    Jangankan tersenggol... sikap receh itu memang perlu....
    Tapi tidak semua aksi bisa di recehkan dengan bergerak di depan fuf... andai boleh dianalogikan....
    Air keruh tidak dari luar gelasnya. Tapi air ini tumpah mengenai pantatnya....

    Receh

    ReplyDelete
  2. Yang perlu dipahamkan yakni knp ukt semakin mahal namun progres dari pihak rektorat semakin menurun.

    ReplyDelete
  3. Dari pada diam dan menunggu mahasiswa apaan cobak

    ReplyDelete