Penipuan Berkedok Dosen, Mahasiswa FDK Jadi Korban - Araaita.net

Breaking News

Wednesday, 23 October 2019

Penipuan Berkedok Dosen, Mahasiswa FDK Jadi Korban


Screenshot pesan singkat korban denganpelaku

Araaita.net- Penipuan berkedok dosen kembali menimpa mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA). Sama seperti yang  terjadi sebelumnya dengan mengatasnamakan dekan FDK, Abdul Halim, modus kali ini juga meminta pulsa via SMS dengan mengatasnamakan Pardianto, Sekretaris Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi (Ilkom).

Fatur, Mahasiswa Ilkom , salah satu korban penipuan, menceritakan bahwa ia menerima pesan via SMS yang mengatasnamakan Pardianto. Dengan maksud mencari mahasiswa yang berjualan pulsa Selasa (22/10), Pukul 16.09 WIB.

 “Fatur, Fatur apakah ada teman yang berjualan pulsa,” isi pesan pelaku kepada korban.

Fatur menaruh  kecurigaan terhadap pesan tersebut, “Kenapa yang dichat kok enggak kosma atau Penanggung Jawab (PJ),” ungkapnya.

Saat itu Fatur langsung membalas chat pelaku serta mengkonfirmasi bahwa ada temannya yang berjualan pulsa atas nama Dita. Setelah  itu pelaku menyuruh Fatur untuk menyampaikan kepada Dita agar segera menghubungi nomer  pelaku tersebut, lewat SMS karena WA tidak aktif.

Pesan tersebut berlanjut kepada Dita, mahasiswi kelas E1 tersebut diminta mengirimkan pulsa sebesar Rp.150.000,- ke nomor yang diduga Pardianto tersebut dan Dita langsung mengirimkan pulsa sesuai nominal yang diminta pelaku, selang beberapa menit setelah itu  pelaku meminta mengirimkan pulsa lagi ke nomor yang berbeda dengan nominal yang sama.

Selepas itu Fatur dan Dita curiga dengan nomor tersebut dan menanyakan ke grup angkatan kelas  via WA dan akhirnya ada beberapa teman yang merespon postingannya mengungkapkan bahwa nomor tersebut tidak sama dengan nomor yang ada di WA, dan keadaannya waktu itu nomor di WA aktif dan dapat dihubungi.

“Dari sini mulai curiga, tadi orangnya bilang WA nya tidak aktif, tapi ternyata aktif dan nomornya beda, mulai saat itu aku langsung menghubungi Dita supaya tidak jadi mengirimkan pulsa lagi,” ungkap laki-laki berkacamata tersebut.

Mahasiswa semester tiga tersebut  juga mengungkapkan bahwa ada kurang lebih sembilan orang yang menjadi korban.

"Mulai saat itu aku ngomong ke grup angkatan siapa yang aja yang dichat atas nama Pak Pardianto dimintai pulsa, dan akhinya ada kurang lebih 9 orang yang sudah menjadi korban,” ujarnya.

Crew Araaita mencoba menemui Pardianto di ruangannya dan ia  menegaskan bahwa ia tidak pernah meminta mahasiswanya untuk mengirimkan pulsa via SMS.

Enggak itu penipuan,” pungkasnya , saat diwawancarai, Kamis (24/10). (uma)


No comments:

Post a comment