Ceroboh Gunakan Sosmed, Hukum Bertindak - Araaita.net

Breaking News

Saturday, 16 November 2019

Ceroboh Gunakan Sosmed, Hukum Bertindak

Sumber: syahida.com

Oleh : Nabila Syifa Hasmara

“Mulutmu harimaumu” adalah salah satu kata pepatah yang wajib kita amalkan. Memiliki arti mendalam yakni perlu berpikir sebelum mengucapkan sesuatu. Apabila tidak maka bisa jadi ucapan itu berdampak buruk bagi diri sendiri maupun orang lain. Tidak hanya soal ucapan, berpikir sebelum bertindakanpun wajib dilakukan.

Salah satunya kasus yang ramai beberapa waktu lalu, Ruben Onsu melaporkan salah satu akun digital karena telah mencoreng namanya. Memang bukan pertama kali kasus pencemaran nama baik maupun fitnah semacam ini muncul, namun ada hal ‘unik’ yang menyelimutinya. Yakni akibat dari netizen yang belum menerapkan pepatah di atas.

Kasus ini berawal saat Robby Purba meng-upload video berjudul “5 ciri-ciri warung makan yang pakai penglaris” dalam akun Youtube pribadinya (31/10). Dalam video yang berdurasi setengah jam tersebut memperlihatkan Robby Purba, Devin, dan Roy Kiyoshi. Sepanjang video ini hanya membahas ciri-ciri warung yang menggunakan penglaris, hingga akhirnya di menit ke 29. Robby melayangkan pertanyaan tentang inisial restoran yang menggunakan penglaris di Indonesia kepada Devin.

Pertanyaan selanjutnya kepada Roy,  tentang inisial restoran yang menggunakan penglaris yang memakan korban, beberapa detik roy diam dan akhirnya menyebutkan huruf “R”.
Kemudian video lain muncul dari pemilik akun “Hikmah Kehidupan” yang menampilkan cuplikan video Robby Purba tersebut serta memajang foto Ruben Onsu.

Senin (11/11), Ruben Onsu melayangkan gugatan ke Polda Metro Jaya konten berisi tuduhan yang menyebut Geprek Bensu menggunakan pesugihan dan menjerat akun tersebut dengan Pasal 27 Ayat (3) jo Pasal 45 ayat (3) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE. Laporan ini telah terdaftar dengan nomor LP/7253/XI/2019/PMJ/Dit. Reskrimsus.

Sehari Setelahnya (12/11) Roy Kiyoshi mengklarifikasi perkataannya dalam akun youtube Robby Purba. Roy menyatakan bahwa yang ia sebut adalah inisial nama restoran, bukan nama artis. Esoknya (13/11) muncul permintaan maaf dari pelaku, walaupun Ruben mengaku telah memaafkan perbuatannya namun Ruben tetap bersikukuh untuk melanjutkan jalur Hukum.

Kita sebagai pribadi yang baik tentu tidak boleh asal berbicara tanpa tahu kebenarannya, apalagi hanya inisial kemudian ditafsirkan sendiri. Saya setuju dan menghargai tindakan Ruben yang telah memaafkan pelaku. Walaupun jalur hokum tetap berjalan, hal tersebut dapat digunakan sebagai pembelajaran kedepannya agar tidak terulang lagi.

Dari kasus tersebut dapat kita Tarik beberapa poin penting. Pertama, wajib untuk selalu berpikir sebelum berbuat. Bukan hanya konten yang banyak diminati khalayak saja, namun dampak konten tersebut. Kedua, wajib untuk berpikir sebelum berbicara. Karena bisa jadi, ucapan kita dapat menyakiti perasaan orang lain dan bahkan kembali menyakiti diri sendiri.

No comments:

Post a comment