Hanya Bicara Tanpa Dilakukan, Percuma! - Araaita.net

Breaking News

Wednesday, 20 November 2019

Hanya Bicara Tanpa Dilakukan, Percuma!

Penulis : Nurul Izza Utomo (Asisten Pembina Ekstrakulikuler Jurnalistik Smaliska)


Sumber: ansplash.com

Hai kalian yang memiliki hobi membaca, Sudah berapa banyak buku yang kalian baca atau sudah berapa banyak bacaan yang kalian baca? Ku rasa kalian sudah banyak membaca. 

Baiklah, pernah terbesit dalam otak kalian untuk menulis sebuah karya seperti apa yang kalian nikmati setiap harinya? Pasti beberapa di antara kalian ada yang ingin melakukannya dan ada yang malas melakukannya.

Berbicara masalah tulis menulis pasti tak asing dengan yang namanya Sastra. Pasti terbesit dalam pikiran bahwa sastra adalah suatu tulisan yang memiliki makna atau keindahan. 

Karya-karya sastra pun banyak diminati oleh semua golongan mulai golongan muda hingga golongan tua. Jadi tak jarang jika semua usia sangat menikmati karya cantik yang memiliki banyak makna ini. 

Di samping itu, juga banyak orang yang berlomba-lomba menciptakan sebuah karya namun mereka tak mau berusaha untuk mewujudkan keinginan mereka yakni pintar menulis karya-karya sastra. Hanya bermodalkan sebuah ucapan “aku mau pintar nulis” tapi tak ada usaha yang di lakukan sama saja seperti sedang berangan-angan.

Seperti banyak anak-anak muda yang melontarkan kata yang hiperbola untuk mengagumi sebuah karya, dan terkadang mereka mengakui karya tersebut adalah miliknya sejujurnya itu adalah karya orang lain. 

Sangat di sayangkan sekali. Dan masih banyak lagi seperti, mereka telah habis membaca sekitar tiga atau empat novel mereka memuji novel itu dan berucap “wah, penulisnya keren. Aku ingin bisa menulis cerita seperti ini”. 

Tapi lihatlah kenyataan bahwa mereka tak melakukan apapun. Hanya omong kosong belaka. Datang pada seseorang yang profesional dan mengemis minta di ajari untuk menulis. Setelah di tunjukkan step by step mereka benar melakukannya, tapi tak dengan perasaannya. 

Tulisan pertama atau karya pertama mereka bisa di sebut baik untuk pemula. Tapi satu hal yang sangat di benci oleh sosok yang profesional dari mereka yakni ucapan “kenapa sih nulis itu susah? Tinggal ngetik asal-asalan kan selesai?”. 

Tidakkah kalian tau bahwa sejujurnya menulis dengan perasaan lebih terasa dan lebih menghidupkan tulisan dari pada hanya sekedar ngetik tanpa perasaan.

Kondisi yang seperti itu seharusnya membuat malu diri mereka sendiri. Mengapa? Karena mengakui karya orang lain, mengucap seenaknya tentang seni, dan tanpa modal usaha demi bisa menjadi sosok profesional. 

Mereka masih muda, bisa dikatakan pemikiran mereka masih fresh. Jika mereka usaha dengan sungguh-sungguh dan banyak berlatih, usaha tak akan mnegkhianati hasil. 

Lebih mendahulukan rasa malas? Tidak zamannya untuk sekarang. Dengan menulis kalian bisa merubah pemikiran seseorang dari yang awalnya membenci bisa mencintai. Dari yang awalnya salah paham bisa memahami. 

Jadi, untuk kalian ingin yang pintar menulis berusahalah mencoba. Tulis apapun yang ada di pikiran kalian. Jangan takut untuk mencoba. Berhenti mendengar cemooh dari teman-teman kalian tetang usaha keras kalian. 

Suatu saat kerja keras kalian akan menjawab rasa lelah dan jenuh kalian dengan karya-karya yang diminati banyak orang. Tetap lakukan yang terbaik untuk mewujudkan mimpi kalian.


Editor: Nabila Syifa Hasmara

No comments:

Post a comment