Kelas Cinta: Kiat-kiat Membangun Hubungan dengan Pasangan - Araaita.net

Breaking News

Thursday, 21 November 2019

Kelas Cinta: Kiat-kiat Membangun Hubungan dengan Pasangan

Reporter: Hidayat Mansur

Tersenyum: Adi setelah diwawancarai dengan memegang stiker yang dibagikan saat Kelas Cinta berlangsung (Doc: Hidayat Mansur/Arta)

Araaita.net - Kelas G3 angkatan 2016 Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK) UIN Sunan Ampel Surabaya mengadakan "Kelas Cinta" dengan tema "How to Build an Infinity Love Psychology Perspective". Kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk implementasi dari mata kuliah Desain Pelatihan.

Adapun pemateri dalam kelas tersebut berjumlah tiga orang, salah satunya Ahmad Adi Sudrajat. Saat diwawancarai, ia memberi 3 kiat membangun hubungan abadi dengan pasangan dalam perspektif psikologi sesuai dengan konteks yang mereka paparkan ketika Kelas Cinta berlangsung (Rabu, 20/11).

Kiat pertama membangun hubungan yaitu intimacy atau kedekatan. Pria yang biasa disapa Adi ini menjelaskan bahwa salah satu contoh menjalin kedekatan, yaitu dengan hang-out (nongkrong) bersama pasangan, agar satu sama lain akan membangun relasi secara terus menerus dari pasangan tersebut.

"Pertama memang kita harus jalin intimacy-nya entah itu hang-out berdua. Karena dengan hubungan secara physicially, bener-bener rasanya kita mampu rebuilding cinta terus-terusan," ujar mahasiswa semester akhir itu.

Kedua yaitu passion. Yang dimaksud passion di sini ialah rasa saling memiliki. Mudah menurut Adi untuk menumbuhkan rasa saling memiliki, yaitu dengan percaya satu sama lain.

"Ya gampang aja, kita harus memiliki rasa untuk terus memiliki, percaya satu sama lain. Itu harus diperbaharui terus. Itu untuk membangun gairah keduanya, passionnya," lanjutnya.

Kiat terakhir yaitu commitment atau Komitmen. Menurut Adi, suatu pasangan harus memiliki komitmen. Karena dengan demikian, hubungan akan lebih awet dan langgeng sampai ke jenjang yang lebih serius.

"Kita harus berkomitmen kedepannya seperti apa, plannya gimana. Apa yang harus kita raih berdua, harus dipikir agar re-commitment terus terjaga," ujarnya.

Lalu bagaimana dengan pasangan yang menjalin hubungan Long Distance Realationship (LDR)?

Menurut beberapa penelitian yang dipaparkan Adi, orang LDR lebih banyak gagal cintanya daripada yang tidak LDR. Karena salah satu komponen cintanya, yaitu kedekatannya kurang bahkan tidak ada. Jadi komunikasinya harus tetap terjaga.

"Sangat rentan, karena intimacy-nya kurang. Tapi kalau memang diharuskan untuk LDR ya pasti ada usaha lebih untuk menjaga intimacy-nya, entah tiap hari harus telfon atau dengan video call," pungkas pria berkemeja navy itu.

Editor: Fika Khoiratun Nisak

No comments:

Post a comment