Mental Besar, Modal Awal untuk Jadi Wartawan - Araaita.net

Breaking News

Thursday, 21 November 2019

Mental Besar, Modal Awal untuk Jadi Wartawan

Reporter: Ahmad Abduh Sachiyuddin

A Choliq Baya saat kru araaita.net melakukan wawancara ekslusif (Doc:Khildah Filjannah/Arta)

Araaita.net - Dalam agenda mingguan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Balawarta (19/11), A Choliq Baya mengatakan mental yang besar merupakan modal awal untuk menjadi seorang wartawan.

Dalam acara yang diadakan di Universitas Ciputra tersebut, Ia mengatakan untuk merekrut wartawan baru tidak terlalu butuh skill atau kemampuan menulis.

"Namun yang saya butuhkan adalah mental anda, mentalitas yang kuat," ucap pria yang menjadi Direktur Radar Jember tersebut.

Choliq juga menambahkan kalau ia lebih mendahulukan mantan aktivis dalam rekrutmen wartawan, karena ia punya modal mentalitas.

"Ketika ia jadi aktivis kan beda sama yang tidak, disentak orang wes gemeter dan gak biasa ngomong di depan. Itu yang kita butuhkan dan untuk masalah skill itu sambil jalan," tambah pria yang juga pernah menjadi Pemimpin Redaksi (Pemred) LPM Ara Aita itu.

Setelah mempunyai mentalitas yang tinggi, langkah yang selanjutnya untuk menjadi seorang wartawan menurut Choliq mengasah diri untuk menulis berita.

"Setelah itu mengasah diri. Langkah yang paling mudah kalau misalnya anda ingin menulis berita gak ada yang ngajari, anda bisa mencari perbandingan dengan cara sering membaca berita. Berita dari koran," lanjutnya saat kru araaita.net melakukan wawancara ekslusif.

Ia menambahkan jika ingin mengetahui jenis-jenis tulisan dan bagaimana cara menulis berita dengan mencari di google atau langsung bertanya kepada wartawannya langsung dan mengikuti pelatihan jurnalistik.

Lalu langkah yang terakhir ia menuturkan untuk banyak-banyak membaca buku.

"Menurut saya banyak-banyak membaca, karena ada jenis berita features yang ada kata-kata sastranya," tuturnya

Diakhir wawancara, Choliq berpendapat menurutnya menjadi wartawan juga tidak harus masuk jurusan komunikasi, namun jika dari komunikasi akan lebih baik karena sudah tahu tentang teori-teorinya.

"Tidak harus, wartawan itu banyak yang tidak dari komunikasi. Namun kalau dari komunikasi akan lebih baik. Tapi ya banyak juga yang bukan dari AWS, malah ada teman saya jadi wartawan dari Fakultas Syariah," pungkasnya

No comments:

Post a comment