Panggilan Tuhan Terabaikan - Araaita.net

Breaking News

Monday, 25 November 2019

Panggilan Tuhan Terabaikan

Penulis: Uma Ageng Pathu Prayoga

Doc: Sabiqotul Khoiroh/Arta

Ketika sang fajar menampakan senyumnya di ufuk timur

Disambut suara dari cerobong-cerobong yang saling bersautan seraya memanggil-manggil dari pejaman mata

Ku tak tau kenapa setiap kudengar gemuruh suaramu, ingin ku langsung menemuimu

Hati ini bergetar bagaikan genderang panggilan perang 

Apakah ini yang dinamakan panggilan Tuhan?

Yang meminta mahluknya untuk menemuinya

Ah, aku heran dengan ini semua

Jikalau memang panggilan Tuhan, kenapa banyak mahluk-mahluk nya yang tak mau keluar dari mimpi-mimpinya?

Senja bukan lagi menjadi patokan
Merdunya panggilan Tuhan seringkali terabaikan

Layaknya radio yang berdendang

Anak-anak tak lagi berkejaran

Bergegas membasuh tangan

Berebut saf paling depan

Mereka asyik kongkow di jalanan

Ataupun menonton sinetron kesayangan

Orang tua sibuk di kantoran

Mengejar dunia yang tidak berkesudahan

Maafkan kami Tuhan, panggilanmu sering kami 
palingkan dengan ciptaanmu yang lain

No comments:

Post a comment