"Perempuan Tanah Jahanam", Horror Yang Bikin Mual - Araaita.net

Breaking News

Friday, 8 November 2019

"Perempuan Tanah Jahanam", Horror Yang Bikin Mual


Judul.         : Perempuan Tanah Jahanam
Sutradara  : Joko Anwar
Rilis.           : 17 Oktober 2019
Durasi.       : 106 menit
Genre.        : Horror, Gore
Resentator: Sasa

Film garapan Joko Anwar satu ini memang beda dari karya-karya film sebelumnya seperti Pengabdi Setan. Genre film Perempuan Tanah Jahanam ini lebih menekankan adegan gore (adegan bunuh-bunuhan, sadis) yang dibumbui dengan suasana mencekam tanpa jumpscare (kemunculan secara tiba-tiba yang membuat kaget) sekaligus dialog-dialog lucu yang dibangun oleh karakter-karakternya.

Perempuan Tanah Jahanam mengisahkan Maya (Tara Basro) dan Dini (Marissa Anita) yang pergi ke desa tempat Maya dulu tinggal. Di desa tersebut adegan-adegan pembunuhan berdarah mulai ditonjolkan. Disinilah penonton dibuat mual karena banyak menampilkan adegan sadis, seperti Dini yang dijadikan tumbal dengan digorok dan dikuliti.

Film yang tembus satu juta lebih penonton ini pun  mampu membuat penonton merasakan ketakutan yang sama dengan tokoh dalam film, dengan kata lain Joko Anwar mampu membawa penonton ikut masuk ke dalam cerita. Terutama disini tokoh Dini dibuat blak-blakan bahkan terkesan jika bicara ceplas-ceplos. Nah, disinilah Joko Anwar mampu mencampurkan suasana mencekam dengan dialog-dialog lucu dari tokoh Dini.

Kesuksesan film ini pun tak luput dari karakter-karakternya yang patut mendapat apresiasi karena berhasil membawakan peran mereka dengan apik. Selain itu, ada juga tokoh Ratih (Asmara Abigail) yang menarik dalam film ini, tokoh Ratih disini dibuat berbeda dengan warga desa lainnya yang kejam, Ratih termasuk tokoh protagonis akan tetapi disini penonton awalnya dibuat menerka-nerka dan berasumsi jika Ratih sama saja dengan warga desa lainnya karena cara bicara Ratih dan caranya memandang lawan bicara yang terkesan aneh.

Akan tetapi, sebuah film yang sukses tentu tak lepas dari yang namanya kekurangan, awalnya film ini berjalan dengan baik, akan tetapi semakin ke belakang alurnya dirasa terlalu cepat terutama ketika menjelaskan kilas balik masa lalu terkesan terburu-buru.

No comments:

Post a comment