Polemik Sukmawati Resahkan Hati - Araaita.net

Breaking News

Saturday, 23 November 2019

Polemik Sukmawati Resahkan Hati

Penulis: Lutfatul Malihah
Editor: Nabila Syifa Hasmara

Sumber: tribunnews

Sukmawati kembali menjadi sorotan publik belakangan ini, pasalnya video pidato bandingkan Nabi Muhammad SAW dan Soekarno dalam forum diskusi bertajuk 'Bangkitkan Nasionalisme Bersama Kita Tangkal Radikalisme dan Berantas Terorisme' menuai kontroversi.

Bukan hanya sekali, kasus yang hampir serupa juga pernah terjadi melalui puisinya yang berjudul "Ibu Indonesia", seakan tak jera ia mengulang kembali melalui pidatonya.

Berbagai kalangan masyarakat merespon, hingga tagar tangkap Sukmawati merajai trending twitter bebebapa hari yang lalu. Berbagai tudingan tidak bisa dielakkan lagi, Salah satunya penista agama.

Namun, kumparan.com memaparkan jika Sukmawati membantah karena pidatonya tidak menyinggung siapapun, ia hanya bertanya siapa yang berjuang di abad ke-20, Nabi Muhammad atau Insinyur Soekarno, untuk kemerdekaan. Ia juga menyarankan masyarakat menonton video secara keseluruhan.

Pernyataan tersebut tidak cukup meredam tudingan dan ancaman yang diarahkan padanya, permasalahannya terus bergulir hingga berujung pada Polda Metro Jaya.

Dikutip dari kompas.com pelapor Sumawati merasa pihak umat Islam dirugikan atas pernyataan Sukmawati dalam sebuah acara diskusi. Pernyataan Sukmawati diduga menistakan agama Islam.

Namun, respon wakil presiden (wapres) Ma'ruf Amin bertolak belakang respon masyarakat sebelumnya. Dilansir dari detik.com Ma'ruf anjurkan sukmawati meminta maaf jika memang dia salah, karena penyelesaian perkara melalui mediasi sudahlah baik karena menurutnya tidak semua permasalahan diselesaikan melalui pengadilan.

Sejatinya, Nabi Muhammad SAW dan Soekarno merupakan  tokoh  yang berjasa dan diteladani masyarakat Indonesia khususnya kalangan umat muslim. Namun, keduanya hidup dimasa yang berbeda dengan permasalahan yang berbeda pula.

Nabi Muhammad SAW merupakan seorang yang diutus Allah untuk menyerbarkan agama islam dikalangan bangsa arab kala itu, yang kemudian disebarkan lagi di pulau Jawa oleh walisongo. Soekarno sendiri merupakan orang Jawa penganut agama Islam yang kala itu memperjuangkan kemerdekaan negaranya.

Selain itu, negara dan agama merupakan dua komponen berbeda yang saling bersangkutan hingga bisa dikatakan keduanya merupakan hal vital bagi Indonesia.

Keresahan masyarakat dalam pahami sukmawati yang lagi-lagi menggemparkan negeri bukan menjadi problem utama yang harus dipermaslahkan. Akan tetapi bagaimana bagaimana proses memahami dan menyelesaikannya tanpa emosi.

No comments:

Post a comment