Sensasi Adegan Gore Ratu Ilmu Hitam - Araaita.net

Breaking News

Friday, 15 November 2019

Sensasi Adegan Gore Ratu Ilmu Hitam



Judul                  : Ratu Ilmu Hitam
Sutradara             : Kimo Stamboel
Penulis naskah   : Joko Anwar
Rilis    : 7 November 2019
Durasi                 : 99 menit
Genre    : Horor, Gore
Resentator n.       : Fika Khoirotun Nisak

Ratu Ilmu Hitam,  film horor Indonesia karya sutradara Kimo Stamboel dan penulis naskah Joko Anwar, merupakan  film remake yang bertajuk sama dengan tahun 1981 silam. Namun cerita Ratu Ilmu Hitam versi baru ini sangat berbeda dan tidak ada keterkaitan dengan yang lama.

Film ini mengisahkan tiga anak panti, Hanif (Ario Bayu) bersama istrinya Nadya (Hannah Al Rasyid) yang juga mengajak tiga anaknya yaitu, Sandi (Ari Irham), Dina (Zara JKT 48) dan Haqi (Muzakki Ramdhan) serta dua sahabat Hanif, Anton (Tanta Ginting) dan Jefri (Miller Khan) yang masing – masing membawa istrinya Eva(Imelda Therinne) dan Lina (Salvita Decorte) menjenguk pamilik panti, Pak Bandi (Yayu Unru) karena sedang sakit keras.  Namun satu persatu dari mereka  mengalami keganjilan yang tak kunjung reda, hingga mereka harus mengahadapi kengerian yang terjadi di panti.

Lewat film ini, Kimo Stamboel sukses membuat setiap adegannya seperti menjadi teror bagi penonton. Pasalnya setiap adegan teror yang ditampilkan secara terus menerus tanpa jeda sehingga dapat membuat penonton ngilu. Seperti ketika adanya teror suara orang pincang berjalan dan penampakan hantu. 

Selain adegan teror, adegan gore(adegan sadis) juga ditampilkan dengan mencekam tanpa ampun, salah satunya saat Lina bermain pisau sembari bercermin dan memotong kulit lehernya atau ketika Eva mengorek tangannya hingga sobek dan muncul kelabang.

Suksesnya film ini juga didukung para pemain yang bermain sesuai porsinya dan memiliki chemistry yang sangat bagus dan pendalaman karakternya yang sangat matang. Seperti Muzakki yang berperan sebagai anak kecil polos dengan rasa keingintahuannya yang sangat tinggi.   

Namun terlepas dari suksesnya film ini, ada beberapa cerita yang terkesan rumpang, pasalnya alasan sifat Rani (Shennina Cinnamon) berubah belum diketahui.  Selain itu, penonton juga diajak berpikir untuk memahami cerita dari film ini, karena sampai separuh film berjalan belum juga diketahui siapa pelaku penyantetan dengan ilmu hitam. Dan cerita ini terkesan terburu - buru diakhiri padahal masih ada banyak hal yang bisa ditelusuri.

No comments:

Post a comment