Tips Menghadapi Rasa Mager Ketika Intensif - Araaita.net

Breaking News

Sunday, 17 November 2019

Tips Menghadapi Rasa Mager Ketika Intensif

Mirza 'Isytiyaaqul Haq Alhasany

Sumber: google.com

Bangun pagi, adalah hal pertama yang ada dalam benak mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) ketika mendengar kata "Intensif". 

Program Intensif adalah program yang diadakan oleh UINSA dan diwajibkan bagi para mahasiswa semester 1-2 berupa bimbingan bahasa inggris dan arab. 

Tidak ada masalah dengan program ini sebenarnya, justru program ini sangat baik bagi mahasiswa untuk mendukung kompetensi mahasiswa dalam segi bahasa. 

Tapi ya, namanya juga anak muda kan, "Bangun pagi adalah sebuah kenistaan". Walaupun bisa bangun pagi sebenarnya, kendala selanjutnya adalah Mager (Males Gerak), seakan-akan atmosfer bumi lebih bekerja ketika jam-jam intensif datang. 

Lalu, bagaimana cara mengatasi kedua kendala tersebut?

1. Tidur tidak terlalu larut

Kita tahu bahwa kelas intensif masuk jam 06.00 pagi, alangkah baiknya jika kita tidak tidur terlalu larut supaya bisa bangun pagi. 

Sebenarnya tidur sebelum jam 22.00 adalah kunci supaya kita bisa bangun pagi. Eh iya ding, tugas ya, okelah toleransi waktu untuk bikin tugas, minimal sebelum jam 23.00 deh. 

Dengan begitu paling tidak kita bisa bangun untuk sholat shubuh, dan tubuh jadi tidak lemas karena sudah istirahat dengan waktu yang cukup.


2. Tidak tidur setelah sholat shubuh

Nah ini, rasanya percuma kalau kita bisa bangun waktu shubuh tapi setelah sholat kita tidur lagi. Lagipula Nabi Muhammad SAW  juga menghimbau agar tidak tidur setelah waktu shubuh. 

Untuk mengurangi rasa kantuk, gunakan waktu dengan hal-hal yang bermanfaat seperti olahraga, sarapan atau lanjut bikin tugas, dan yang perlu diingat adalah mandi. Jangan lupa mandi.


3. Atur pola makan

Selain istirahat yang cukup, makan juga penting untuk kesehatan tubuh kita. Dengan menjaga pola makan, energi dalam tubuh kita jadi lebih stabil. Minimal makan 3 kali sehari untuk menyokong tingkat kestabilan energi yang ada dalam tubuh. 

Dianjurkan sarapan sebelum berangkat intensif, sehingga dengan perut kenyang kita bisa menerima ilmu dengan baik. "Perut kenyang, hatipun senang" kata ehsan dalam serial 'Upin dan Ipin'.


4. Motivasi

Rasanya percuma kalau kita sudah menjaga pola hidup sehat, tapi dalam diri tidak ada motivasi untuk membakar semangat kita. Motivasi berupa kata-kata dengan backsound musik dj dipasang status whatsapp saja tidak cukup, banyak sekali cara-cara untuk membuat motivasi dalam diri. 

Seperti mencari idaman dalam kelas, cara yang agak cringe sih. Melihat segala kebutuhan para jomblowan-jomblowati, sepertinya cara ini ampuh sebagai motivasi. Yang penting lawan jenis loh ya.


5. Ingat orang tua

Cara yang terakhir adalah orang tua yang merawat kita sejak kecil, memberi uang saku kita. Kita tahu bahwa jika tidak mengikuti program intensif ini, kita diwajibkan untuk mengulang program ini dengan membayar sejumlah uang sebagai salah satu persyaratan. 

Tentu alangkah baiknya kita ingat bahwa mencari uang tidak semudah membalik telapak tangan, apalagi kita masih bergantung pada orang tua, meskipun kita sudah mencari uang sendiri ya, eman ngunu loh.

Intinya kurangi nongkrong sampai larut malam, tabu memang sebagai anak tongkrongan kalau sebelum jam 12 malam sudah balik ke kos. Intensif kan cuma hari senin sampai kamis. Masih ada jumat, sabtu, minggu buat nongkrong sepuas-puasnya. Wayahe intensif ya intensif, ngopi ya ngopi, Begitu kira-kira.

2 comments: