Emil Dardak Dukung Pekerjaan Freelance untuk Generasi Muda - Araaita.net

Breaking News

Thursday, 12 December 2019

Emil Dardak Dukung Pekerjaan Freelance untuk Generasi Muda

Reporter : Hidayat Mansur
Editor : Ummi Aida


Emil Dardak saat menjelaskan potensi generasi muda sebagai professional freelancer. (Doc. Hidayat/Arta).


Araaita.net - Kerja lepas atau freelance menurut Emil Dardak merupakan suatu pekerjaan yang sangat pas bagi generasi muda di era ekonomi digital saat ini.

Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) itu memaparkan bahwa masyarakat Indonesia hanya terpaku pada dua pekerjaan, kalau bukan pegawai, pengusaha. Padahal ada satu pekerjaan yang tidak terkait keduanya, yaitu freelance.

"Mengapa gak ambil jalan tengahnya aja, jadi freelance. Tidak terikat seperti pegawai, dan tidak juga seperti pengusaha," ungkapnya dalam National Seminar Creativepreneur in Digital Era di Sport Center UIN Sunan Ampel Surabaya (Rabu, 11/12).

Mantan Bupati Trenggalek itu menceritakan bahwa dulu, bekerja serabutan/kerja lepas/freelance tidak dibutuhkan, namun saat ini pekerjaan itulah yang banyak dicari. Seperti ketika ada proyek khusus, pasti membutuhkan seorang yang ahli dibidangnya.

Dengan demikian, pemerintah Jatim mendukung generasi mudanya sebagai proffesional freelancer, seperti dalam designing, digital marketing, dan programming,  dengan terwujudnya perkumpulan start up khusus Jatim.

"Justru sekarang pekerja lepas profesional (freelance) itu yang sangat dibutuhkan. Inilah yang disebut sebagai era digital yang tak harus bekerja di perkantoran," jelasnya dalam acara yang diadakan Mahasiswa semester 7 program studi Psikologi UINSA. 

Emil menyebutkan bahwa Jawa Timur memiliki start up terbanyak kedua setelah Jabodetabek dan pusat kawasan khusus ekonomi digital pertama dan satu-satunya di pulau Jawa terdapat di Singosari, Jawa Timur.

Hal tersebut sangat didukung oleh Emil yang ingin merubah perspektif anak mudanya yang mempunyai keahlian khusus digital, yang katanya kalau mereka tidak merantau ke Jakarta, maka mereka akan menjadi pengangguran.

"Katanya, banyak anak-anak yang misalnya jago programming dan designing, kalau gak ke Jakarta, gak dapat peluang kerja," papar suami Arumi Bachsim itu.

No comments:

Post a comment