IKPAN Surabaya Demokan Konseling Sebaya - Araaita.net

Breaking News

Wednesday, 11 December 2019

IKPAN Surabaya Demokan Konseling Sebaya

Reporter: Rizka
Editor: Anna

Pemberian piagam kepada Mierrina (baju putih) oleh panitia

Araaita.net – Dalam rangka mendemokan konseling sebaya, Ikatan Kader Penyuluh Anti Narkoba (IKPAN) mengundang Doktor Psikologi, Mierrina sebagai pembicara dalam seminar bertajuk Konseling Sebaya Sebagai Karakter Milenial Cerdas. Acara itu bertempat di ruang pelatihan perpustakaan UINSA pada selasa (10/12).

Konseling sebaya merupakan remaja yang bisa membantu teman sebayanya dalam mengenali masalah. Dijelaskan oleh Mierrina, kelebihan adanya konselor sebaya ini memudahkan seorang teman menceritakan masalahnya, misalnya kepada teman kelas atau teman dekat.

Dalam memahami bagaimana koseling sebaya, dosen Prodi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) itu memberikan paparan mengenai Bimbingan dan Konseling (BK). BK diartikan sebagai proses membantu seseorang dalam masalahnya untuk kembali memilih jalan yang benar.

Tujuannya seorang konseli dapat dibantu oleh konselor dalam memahami posisi dirinya saat itu. Mierrina menambahkan, seorang konselor tidak boleh menyalahkan konselinya, pada kondisi tersebut konselor dapat menanyakan kepada konseli tentang masalahnya.

“Pada saat seperti itu kamu harus biasa menanyakan, ‘dek, mbak, menurut kamu kalau seperti itu benar atau salah’, bukan kamu itu salah, nanti malah konselinya kabur, mbak dan masnya galak,” jelas wanita berbaju putih itu.

Seorang konselor harus mampu menjadi pendengar yang sabar dan memiliki hati seluas samudera, kata Mierrina. Terkadang mendengarkan bagi beberapa orang yang kurang sabar akan tidak tahan. Selain itu, hendaknya konselor tidak boleh merasa superior serta sok suci dan menyalahkan kliennya.

Hal lain yang mestinya dilakukan konselor seperti tulus dan jujur dalam menghadapi klien. Ia juga dituntut dapat berinteraksi yang baik dan komunikatif serta tidak diperbolehkan terbawa emosi atau  pengalaman masa lalunya.

Seorang konselor tidak harus memiliki latar belakang Pendidikan tinggi, Mierrina mengatakan bahwa siswa SMP atau SMA dapat menjadi konselor dengan mengajarkan mereka bagaimana cara berkomunikasi yang baik, membangun empati pada teman, dan lain-lain.

“konselor gak harus yang latar belakang Pendidikan tinggi, jadi saya ajarkan ke siswa SMP dan SMA, bagaimana komunikasi yang baik nak, berempati pada teman,” ujarnya.

Mierrina mengatakan bahwa konseling sebaya ini diharapkan mampu mencegah seseorang terutama pelajar yang masih dini agar tidak salah dalam mengambil jalan, seperti narkoba, kecanduan sex, dan lain-lain. Karena seorang akan terbuka ketika menceritakan masalahnya kepada yang paham dengan keadaanya.

Dikutip dari website Kota Surabaya Pada tahun 2014 Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya mulai mendemokan kegiatan konseling sebaya jenjang SMP/MTs. Pada tahun 2018 terakhir 78 guru BK dari lima wilayah di Surabaya telah dipersiapkan untuk kegiatan konseling sebaya dan diharapkan ada peningkatan di setiap tahunnya.

No comments:

Post a comment