Whisnu Sakti Buana : Negara Harus Ikut Andil dalam Kemerdekaan Belajar Warganya - Araaita.net

Breaking News

Wednesday, 4 December 2019

Whisnu Sakti Buana : Negara Harus Ikut Andil dalam Kemerdekaan Belajar Warganya

Reporter : Fauziyah Ikrimah
Editor : Khildah Fil Jannah

Berdiri : Whisnu Sakti Buana saat mengisi seminar nasional pendidikan di auditorium UINSA, Selasa (3/12). (Doc: Rima/Arta)

Wakil Walikota Surabaya, Whisnu Sakti Buana, menjadi keynote speaker pada acara seminar nasional pendidikan yang diadakan oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa dan Senat Mahasiswa (Sema) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Selasa (3/12).

Tema yang diusung pada seminar kali ini yaitu "Kebebasan Pendidikan Indonesia Mewujudkan Indonesia dalam Belaja". Sesuai dengan tema, Whisnu mengatakan bahwa negara harus ikut andil dalam kemerdekaan belajar masyarakat Indonesia. Hal itu sesuai dengan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yaitu pendidikan adalah hak setiap warga negara.

"Kalau pendidikan adalah hak setiap warga negara, maka negara juga wajib menghadirkan pendidikan bagi seluruh warganya," ungkapnya.

Dalam hal ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menurut Whisnu telah memberikan hak pada setiap warganya untuk merdeka dalam belajar. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu mencanangkan pendidikan gratis dari Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA). Hal ini sudah dicanangkan sejak lima belas tahun lalu pada saat Bambang Dwi Hartono menjadi Walikota Surabaya.

"Karena kita memahami UUD. Negara harus ikut hadir bagi setiap warganya untuk mewujudkan kemerdekaan dalam belajar. Dengan konsep inilah Surabaya bergairah di bidang pendidikan," ujarnya.

Whisnu juga menambahkan bahwa Pemkot Surabaya adalah telah menganggarkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) lebih dari 30 persen untuk pendidikan.

"APBD Surabaya sudah bertahan di atas 30 persen untuk urusan pendidikan. Buktinya bisa dilihat dari kualitas sekolah-sekolah di Surabaya saat ini," tambahnya.

Selain itu, Pemkot Surabaya juga sangat memperhatikan minat baca masyarakat Surabaya. Hal itu dibuktikan dengan lebih dari 70 persen Rukun Warga (RW) di Surabaya saat ini sudah memiliki taman baca. Hal tersebut merupakan gerakan literasi yang sudah dirintis oleh Whisnu bersama Tri Risma Harini, Walikota Surabaya.

"Sudah sejak periode pertama saya bersama Ibu Risma merintis gerakan gemar membaca," lanjutnya.

Kemudian Whisnu pun mengharapkan untuk ke depannya, setiap Rukun Tetangga (RT) di Surabaya mendapatkan dana 100 juta per tahun untuk membangun kesejahteraan kampungnya. Dana tersebut tidak hanya digunakan untuk pembangunan infrastruktur, namun juga digunakan untuk  membenahi pendidikan yang ada di kampung tersebut.

"Sudah seharusnya negara ikut hadir untuk memberikan tempat bagi setiap warganya untuk belajar," tutupnya.

No comments:

Post a comment