Teater Eska Gelar Pementasan dengan Mengangkat Isu Lingkungan - Araaita.net

Breaking News

Tuesday, 17 December 2019

Teater Eska Gelar Pementasan dengan Mengangkat Isu Lingkungan

Reporter : Fika Khoirotun Nisak
Editor : Khildah Fil Jannah


Scene: Salah satu adegan Malakut dalam Pementasan Teater Pabcer Ing Penjuru di Auditorium Uinsa (14/12) Doc. Shifanai/Arta

Teater Eska UIN Sunan Kalijaga (Uinsuka) Yogyakarta gelar pentas produksi XXX IV dengan bertajuk 'Pancer Ing Penjuru'. Konsep cerita ini diangkat dari permasalahan lingkungan sekitar. 

Penulis naskah Habiburrachman dan HR. Nawawi dalam sarahsehan setelah pementasan berakhir di Auditorium UIN Sunan Ampel Surabaya menjelaskan, inspirasi pancer ing penjuru ini berawal dari isu lingkungan yang kemudian penulis mengikuti jejak Sunan Kalijaga yang lebih spesifik dalam ekologi sampai akhirnya mengangkat filosofi dari kidung Marmati Sunan Kalijaga sebagai konsep cerita. 

"Jadi kita mencoba menelusuri dari fase hidupnya, karya - karya nya sehingga ada yang lebih spesifik dengan mengangkat kidung Marmati Sunan Kalijaga," jelas HR. Nawawi. Sabtu(14/12).

HR. Nawawi juga menambahkan mengapa dalam konsep ceritanya, dirinya dan Habiburrachman memilih kidung Marmati dan sedulur papat karena ia yakin ekologi bisa menjadi seimbang dengan ekosentris (kesadaran baru tentang lingkungan)  jika semua selain manusia adalah objek.

"Saya dan Habiburrachman yakin kekacauan ekologi ini bila melakukan pembatalan antroposentris, sehingga bisa sejajar," tambahnya. 

Selain itu  Nawawi juga memaparkan bagaimana Pancer Ing Penjuru ini bisa dijadikan  judul teater. Pancer Ing Penjuru ditemukan karena plesetan dari Al- Quran fandzuru berjumlah lima dan tidak sengaja ketemu sedulur papat yang secara nilai transendensi menjadi misi utama Teater Eska. 

"Jadi gak sengaja nemu plesetan fandzuru jumlah lima dan sedulur papat. Dan kita pikir ulang secara transendensi dan kita campur aduk dengan ekologi akhirnya nemu sedulur 4, 5 pancer,"ungkapnya.

Pementasan ini turut dihadiri oleh ratusan penonton baik dari Mahasiswa UINSA Surabaya maupun luar UINSA seperti Institut Teknologi Surabaya dan Uinsuka Yogyakarta serta sejumlah komunitas teater luar daerah seperti teater dari Malang dan Probolinggo.

No comments:

Post a comment