Wisuda Sudah Dekat, FDK Tak Beri Kejelasan Syarat - Araaita.net

Breaking News

Friday, 3 January 2020

Wisuda Sudah Dekat, FDK Tak Beri Kejelasan Syarat

Reporter: Ning Ismi


Form pendaftaran wisuda sarjana strata 1 FDK 

Pelaksanaan wisuda untuk calon wisudawan dan wisudawati Angkatan ke — 90 kini sudah tak lama lagi, tersisa hanya 22 hari lagi, tepat pada tanggal 25 Januari 2020 wisuda di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya akan dilangsungkan. Walau demikian, akademik tak kunjung memberikan kejelasan dan kepastian terkait ketentuan pengambilan foto bagi calon wisudawan sebagai salah satu pra syarat mengikuti wisuda. 

Adapun persyaratan mengikuti wisuda sebagaimana tertera dalam formulir pendaftaran, yaitu menyerahkan pas foto hitam putih ukuran 3×4, foto copy SPP terakhir, surat keterangan bebas pinjaman buku dari perpustakaan, Surat Tanda Penyerahan Naskah Skripsi dari fakultas dan perpustakaan kampus, foto copy ijazah terakhir yang dilegalisir. Dengan batas akhir pengumpulan persyaratan tertulis 03 Januari 2020.

Kendati demikian, calon wisudawan menampakkan raut wajah sedih saat akademik tidak memberi kejelasan dan kepastian terkait salah satu persyaratan mengikuti wisuda yakni ketentuan pengambilan foto hitam putih. Berdasarkan keterangan yang tertera di formulir, bahwa pengambilan gambar atau foto tersebut secara bersamaan di Pusat Bisnis UINSA. 

Arsha salah satu mahasiswa prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) menyampaikan, bahwa memang sudah ada dalam formulir bahwa pengambilan gambar atau foto untuk persyaratan mengikuti wisuda  dilakukan secara bersamaan di Pusat Bisnis UINSA. Hanya saja setelah diminta kejelasan ke pihak Pusat Bisnis dan juga fakultas tak kunjung memberikan kejelasan dan kepastian hingga tanggal 02 Januari 2020. Akhirnya, beberapa mahasiswa pun memutuskan untuk foto studio di luar kampus. 

“Ada beberapa teman ku sudah ke Pusbis, tapi sama pihak Pusbis bilangnya belum ada konfirmasi soal foto dari fakultas. Setelah, datang ke fakultas untuk konfirmasi lagi, mereka bilang akan dikoordinir. Tapi, sampai hari ini tidak ada kejelasan. Akhirnya, teman-teman foto sendiri di studio foto agar menghasilkan foto dengan kualitas bagus dan tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.” ucapnya. 

Lebih lanjut, sayangnya, setelah semua persyaratan untuk mengikuti wisuda dikumpulkan nyaris terdapat salah satu persyaratan yang tidak diterima oleh pihak akademik, lalu mengembalikannya kepada mahasiswa yakni pas foto hitam putih ukuran 3×4 dengan alasan foto takut luntur saat proses pembuatan ijazah.

“Yang ditakutkan sama akademik itu foto yang bisa luntur waktu pemprosesan ijazah. Namun, seharusnya akademik tau mana foto yang dapat kemungkinan luntur dan mana yang tidak. Bisa dilihat dari kertas fotonya,” jelasnya.

Senada dengan Arsha, Inayah Arizka mahasiswi prodi KPI demikian menjadi begitu sedih akibat kinerja akademik yang tak kunjung memberi kejelasan dan kepastian.

“Kita berpatok pada tanggal tiga terakhir, sedang foto termasuk persyaratan. Sementara, tanya belum dijawab jelas. Yaudah foto sendiri. Habis 40 ribu. Lah, kemudian disuruh foto lagi bayar lagi. Sama saja foto aja habisnya 85 ribu. Itu biaya foto bisa buat makan satu minggu. Pokok di cek dulu. Apa foto itu layak atau tidak. Bukannya, belum dicek sudah tidak mau lihat muka kita di foto,” ungkapnya.

Ahmad Firdaus selaku salah satu staff akademik mengatakan, bahwa keterangan foto bersama di Pusbis sudah ada di formulir pendafataran untuk mengikuti wisuda. Lebih lanjut, ia mengatakan jika persoalan pengambilan gambar atau foto secara sendiri di luar kampus atau dikoordinir oleh kampus menjadi sesuatu yang masih diperdebatkan oleh masing-masing fakultas. Lantaran, fakultas pernah mengumpulkan foto dari hasil pengambilan foto di luar kampus yang ditolak oleh universitas. Sementara, universitas sendiri belum mempunyai standar untuk foto tersebut. 

“Sebenarnya hal ini debateble (menjadi perdebatan), foto sendiri di luar atau di kampus ? sedang, universitas tidak memiliki standar untuk foto seperti apa. Akhirnya, lebih baik foto dikoordinir oleh kampus. Cuma 35 ribu. Sebab pernah terjadi mengumpulkan foto ke universitas ditolak. Katanya kurang senyum dan kepalanya miring,” ucapnya.

No comments:

Post a comment