Korpus Dema PTKIN Se-Indonesia Tolak Kepulangan WNI eks Simpatisan ISIS - Araaita.net

Breaking News

Monday, 10 February 2020

Korpus Dema PTKIN Se-Indonesia Tolak Kepulangan WNI eks Simpatisan ISIS

Reporter: Uma Ageng Pathu Prayoga
Editor: Khilda


Image: Gambar Snap instagram demaptkin_seindonesia

Kordinator Pusat (Korpus)  Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) se-Indonesia, Onky  melalui snap Instagram menyatakan sikap menolak kepulangan ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) eks simpatisan ISIS ke Indonesia. 

Crew araaita.net mencoba mengkonfirmasi kepada Onky selaku Korpus Dema PTKIN se-indonesia yang juga merupakan mahasiswa dari UIN Sunan Ampel Surabaya terkait sikap penolakan kepulangan WNI eks simpatisan ISIS. 

Sikap ini ia ambil untuk menanggapi statement dari Menteri Agama Fachrur Rozi.

Dilansir dari Tempo.co, sebelumnya Fachrur menyebut Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) akan memulangkan 600 warga negara Indonesia yang tergabung dalam ISIS dari Timur Tengah. Dia menyebut 600 WNI yang tergabung dalam ISIS itu sebagian besar telah membakar paspor Indonesia agar merasa dekat dengan Tuhan.

"Sekarang mereka terlantar di sana dan karena kepentingan kemanusiaan akan dikembalikan ke Indonesia," ujarnya dalam sambutannya di acara deklarasi Organisasi Masyarakat Pejuang Bravo Lima di Ballroom Discovery Ancol Hotel, Taman Impian Jaya Ancol pada Sabtu, 1 Februari 2020.

Onky menjelaskan bahwasannya ketika statement itu dilayangkan di media, beberapa hari kemudian akan diadakan pengkajian ulang. Presiden juga tegas menolak pemulangan eks simpatisan ISIS tersebut. 

"Temen-temen Dema yang lain juga gagal paham karena statement yang dilontarkan kontraproduktif dan spekulatif," ucapnya saat diwawancarai crew araaita.net, Minggu sore (9/2).

Mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah tersebut, juga menjelaskan penolakan WNI ISIS tersebut dengan menganalogikan sebuah negara seperti tubuh yang terdiri dari kepala sampai kaki, jika salah bagian tubuh bermasalah harus diobati. 

"Kita udah berupaya mengobati artinya negara udah menjadi mediator terbaik agar tetep menjaga pemahaman terkait ideologi dan sebagainya," tegasnya.

Lanjutnya, bila dokter memutuskan diamputasi dengan pertimbangan bila tidak dilakukan akan merambat ke bagian anggota tubuh yang lain, mau tidak mau harus segera diamputasi, seperti hal nya WNI eks simpatisan ISIS. 

Alasan penolakan berikutnya, mereka (simpatisan eks ISIS)  melecehkan lambang negara, membakar pasport dan tidak mengakui sistem negara Indonesia. 

"Mengapa kita harus memulangkan orang yang membabi buta, memperkosa, dan membunuh," tegas mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam tersebut. 

Sementara itu, Dema universitas maupun institut lain yang setuju dengan sikap penolakan kepulangan eks simpatisan ISIS diantaranya, UIN Mataram, IAIN Parepare, UIN Palembang, UIN Jambi. Onky juga menuturkan bahwa ada beberapa Dema yang masih mengkaji lebih lanjut. 

"Teman-teman masih ingin mendalami agar di kemudian hari negara tidak kecolongan lagi," pungkasnya.

No comments:

Post a comment