Harapan Sekjen Nas Terpilih Untuk PPMI Kedepannya - Araaita.net

Breaking News

Wednesday, 19 February 2020

Harapan Sekjen Nas Terpilih Untuk PPMI Kedepannya

Reporter: Uma Ageng Pathu Prayoga
Editor: Khildah

Penyerahan Bendera PPMI dan pergantian kepengurusan Sekjen Nasional PPMI dari Sekjen Nas lama, Rahmat Ali (kanan) kepada Sekjen Nas terpilih periode 2020-2021, Made Aristya Kerta Setiawan (kiri)


Made Aristya Kerta Setiawan selaku Sekjen terpilih dalam Kongres PPMI ke-XV yang digelar di Vihara Avalokitesvara, Candi Utara, Polagan, Galis, Pamekasan, Madura 12-17 Februari 2020 
Mengharapkan jika solidaritas penting dalam melawan represif.

Lelaki yang akrab disapa Dodek tersebut  juga berharap PPMI untuk kedepannya dapat menjadi wadah berhimpun serta bersolidaritas antara LPM se-Indonesia dalam menghadapi tindakan represif yang diterimanya.

"Perhimpunan ini kan dibentuk  agar kita semakin kuat untuk menghadapi represi yang sering dialami lembaga pers mahasiswa" ujarnya.

Hal ini ditekankan karena sebelumnya, dilansir dari persma.org Badan Pekerja (BP) Advokasi PPMI mencatat ada 58 jenis represi dari 33 kasus represi terhadap persma selama rentang waktu 2017-2019. Jenis represi yang paling sering dialami adalah intimidasi dengan jumlah 20 kali. Berikutnya ada delapan pemukulan, empat kali ancaman Drop Out (DO), empat kali kriminalisasi, dan tiga kali penculikan.

Ada juga penyensoran berita, ancaman ditahannya dana kemahasiswaan, pembubaran aksi, pembekuan organisasi, kekerasan seksual, serta ancaman pembunuhan yang masing-masing tercatat pernah terjadi sebanyak dua kali. Selain itu, ada satu kali represi jenis penyebaran hoaks, pencabutan tulisan, ancaman perusakan sekretariat, pembubaran diskusi, pemecatan anggota, peleburan organisasi, dan perundungan.

Oleh karena itu, Dodek menegaskan agar setiap Dewan Kota (DK) harus siap dalam pengadvokasian terhadap tindakan represif yang diterima pers mahasiswa.

Selain masalah advokasi yang harus disiapkan para DK, Dodek juga menyarankan akan pentingnya pengembangan literasi untuk para aktivis LPM.

"Jadi, ranah advokasi dan ranah literasi itu sama penting,” tutur alumnus Kalabahu LBH Bali tersebut.

Sebelumnya mahasiswa Udayana Bali tersebut telah mengalahkan dua kandidat secara telak dengan perolehan 34 suara sedangkan Zulfar dari DK Pekalongan memperoleh 5 suara serta Yeyen dari DK Malang memperoleh 4 Suara, dari 43 LPM yang mengikuti pemilihan tersebut.

Dodek terpilih menggantikan Rahmat Ali atau Maheng dari DK Jogja sebagai Sekjend Nasional periode kepengurusan 2018-2019.

No comments:

Post a comment