Pertambangan Emas Ancam Sosial-Ekologi Warga Tumpang Pitu - Araaita.net

Breaking News

Friday, 21 February 2020

Pertambangan Emas Ancam Sosial-Ekologi Warga Tumpang Pitu

Reporter: Uma Ageng Pathu Prayoga
Editor: Khilda


Penuh semangat: massa aksi solidaritas warga Tumpang Pitu Banyuwangi saat berorasi menolak pertambangan emas di Gunung Tumpang Pitu dan sekitarnya, di depan kantor Gubernur Jatim

Kegiatan tambang emas yang dilakukan PT. Bumi Suksesindo (PT. BSI)  dan PT. Damai Suksesindo mengancam sosial-ekologi warga desa Sumberagung,  kecamatan Pesanggrahan,  Banyuwangi. 

Menurut pengakuan warga setempat, Aini (43), mengungkapkan bahwa sejak adanya kegiatan tambang emas yang beroperasi banyak biota laut yang mati. 

"Semenjak ada tambang ini, ikan menjauh dan itu ada penyu yang mati dua," ungkap wanita saat diwawancarai di depan kantor Gubernur Jatim,  Kamis (20/2).

Dilansir dari siaran Pers yang dikeluarkan Lembaga Bantuan Hukum (LBH)  Surabaya, saat mengawal aksi solidaritas penolakan pertambangan di gunung Tumpang Pitu di depan kantor Gubernur Jatim, Kamis (20/2). Menjelaskan sejak beroperasinya kegiatan industri pertambangan di gunung Tumpang Pintu yang dilakukan oleh PT BSI dan PT DSI tahun 2012, Beragam krisis sosial-ekologis dan sejumlah persoalan keselamatan ruang hidup rakyat terus meningkat di desa Sumberagung dan empat desa lain di wilayah Pesanggrahan.

Salah satunya adalah bencana lumpur yang terjadi pada Agustus 2016 lalu. Bencana lumpur itu merusak kawasan pesisir pulau Merah.

Bahkan, sejumlah kelompok binatang, seperti monyet dan kijang mulai turun memasuki lahan pertanian warga, karena rusaknya habitat mereka. Beberapa sumur milik warga mulai mengalami kekeringan, diduga karena penurunan kualitas lingkungan.

Dengan dampak yang sudah di rasakan warga, Aini mengungkapkan bahwa jika tambang tidak ditutup lingkungan sekitar akan mengalami kerusakan bahkan kehancuran. 

"Kita ini warga udah penuh sabar, jika Tumpang Pitu terus dieksploitasi jadinya akan kayak Lapindo, mestinya pemerintah sadar kejadian Lapindo," tegasnya. 

Selain itu, Ustman selaku massa aksi sekaligus kordinator forum rakyat Banyuwangi, saat diwawancarai kru Araaita.net, menginginkan dan mendesak Gubernur Jatim untuk memulihkan kawasan yang telah rusak di Tumpang Pitu. 

"Itu demi menjamin kehidupan masyarakat dan pengurangan resiko bencana,” pungkasnya.

No comments:

Post a comment