Puluhan Massa Aksi Desak Gubernur Jatim Cabut IUP PT. BSI & PT. DSI - Araaita.net

Breaking News

Friday, 21 February 2020

Puluhan Massa Aksi Desak Gubernur Jatim Cabut IUP PT. BSI & PT. DSI

Reporter: Ahmad Abduh Sachiyuddin
Editor: Khildah Fil Jannah


Suasana saat salah satu warga Banyuwangi orasi di depan gedung gubernur Jawa Timur

Araaita.net - Kamis (20/2) 12 warga Banyuwangi dan puluhan massa aksi dari berbagai daerah menggelar aksi solidaritas dengan mengayuh sepeda dari Banyuwangi pada tanggal 15 Februari hingga berakhir di depan Kantor Gubernur Jawa Timur (Jatim). 

Aksi ini bertujuan mendesak Gubernur Jatim Khofifah Indarparawansa mencabut Izin Pertambangan PT. Bumi Suksesindo (BSI) dan PT. Damai Suksesindo (DSI).

Dengan membawa bendera betuliskan 'Tolak Tambang Salakan dan sekitarnya, Tumbangkan Tambang, Cabut IUP PT. BSI dan DSI' dan kain putih yang dibentangkan pagar halaman Kantor Gubernur Jatim puluhan massa aksi melantangkan orasi, bernyanyi serta melakukan penampilan teatrikal demi meramaikan suasana aksi di depan kantor tersebut.

Usman selaku Koordinator Forum Rakyat Banyuwangi mengatakan alasan ingin mencabut izin tersebut karena pertambangan disana meresahkan warga baik dari sisi ekologis maupun aspek sosial dan juga berdampak pada mata pencaharian.

"Yang paling vital dirasakan oleh warga itu mematikan mata pencarian warga lokal misal bertani dan nelayan," ungkap mahasiswa asal Banyuwangi tersebut.

Ia juga memaparkan salah satu contoh bencana lumpur yang terjadi pada tahun 2016 sampai sekarang lumpur tersebut terus menutupi karang sehingga membuat ikan menjauh. 

"Maka otomatis warga semakin jauh mencarinya dan menghabiskan bahan bakar yang lebih dan tidak tentu juga dapat ikan," paparnya.

Tak hanya itu, banjir tersebut juga mengenai lahan pertanian dan mengakibatkan krisis air yang dirasakan oleh warga.

Diakhir wawancara Usman mengatakan bahwa aksi ini tidak akan berhenti sampai Gubernur Jatim mengabulkan tuntutan massa aksi.

"Ini bisa diakhiri ketika Gubernur Khofifah mencabut izin pertambangan baik PT. BSI maupun PT. DSI," pungkasnya.

Hingga berita ini diunggah, massa aksi belum juga ditemui oleh Gubernur Jatim.

No comments:

Post a comment