Marzuki Mustamar: Menjaga Negeri Ini sebagai Aset Besar Islam - Araaita.net

Breaking News

Monday, 2 March 2020

Marzuki Mustamar: Menjaga Negeri Ini sebagai Aset Besar Islam

Reporter: Rizka


Marzuki Mustamar sedang memberikan seminar

Araaita.net - Siang hari saat matahari masih berputar di langit, sedang terlaksana sebuah seminar nasional yang digelar oleh Asosiasi Mahasiswa Dakwah Nasional (Amdin). Acara itu bertempat di Auditorium UINSA pada Rabu, 26 Februari lalu, dengan mengusung tema tentang “Pribumisasi Islam dalam Mata Bangsa dan Budaya”. 

Awalnya seminar tersebut sepi peserta dan tidak sesuai jadwal waktu tertera di poster yang tersebar dikarenakan narasumber yang belum kunjung hadir. Namun seiring hari berganti sore, seminar tersebut perlahan berjalan mulai membaik dengan hadirnya narasumber Marzuki Mustamar. Ditambah peserta seminar yang datang semakin membludak.

Kedatangannya membuat semua peserta tertunduk hormat. Menuju ke sofa untuk duduk didampingi ketua Amdin. Tidak lama beliau diminta untuk ke atas panggung dan memberikan materi yang sesuai dengan tema.

Mengenai tema yang diangkat, ia menyampaikan bahwa para Kiai Nahdlatul Ulama (NU) mengartikan Islam Nusantara secara luas juga diartikan sebagai peduli terhadap bangsa, merawat tradisi Islam. Sehingga Islam tidak selalu tentang Saudi, Yaman, ataupun lainnya.

“Islam Nusantara itu menurut kiai-kiai NU, bagaimana berislam, cinta Rasul juga cinta Indonesia,” kata Marzuki Mustamar mengawali seminar.

Jika dijelaskan lebih rinci, sebagai muslim di Indonesia, Marzuki Mustamar mengatakan harus komitmen terhadap bangsa Indonesia, dimana Allah menitipkan banyak aset-aset besar Islam pada bangsa dan negeri ini.

Aset-aset tersebut diantaranya, jumlah penduduk muslim terbanyak terdapat di Negara Indonesia. Lebih banyak jika dibanding dengan 15 juta penduduk Saudi, belum lagi dikurangi jumlah tentara Amerika yang mayoritas Kristen. Disampaikan bahwa tercatat 36 juta muslim di Provinsi Jawa Timur.

Aset berikutnya, terdapat ratusan makam para wali yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Tambahnya, alasan mengapa para wali dimakamkan di Indonesia dikarenakan tidak adanya peziarah yang datang jika dimakamkan di Arab

“Kenapa para wali itu dimakamkan di Indonesia? Kalau makamnya di Saudi, ya gak ada yang ziarohi, makanya makam wali itu ada di seluruh Indonesia, di Bali aja Hindu Budha itu ada tujuh makam wali,” tambah pria berpakaian khas pesantren itu.

Dapat dibayangkan jika semua makam wali diratakan seperti di Saudi, akibatnya Negara Indonesia akan diambil alih oleh orang-orang Yahudi atau Kristen. Dan kalaupun Islam akan bangkit kembali setelah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bubar, dipastikan Islam tersebut beraliran wahabi, tidak lagi ahlus sunnah wal jamaah.

Marzuki Mustamar menekankan sekali lagi bahwa negeri ini harus dijaga, karena di sini di mana naskah kitab Shohih Bukhori yang asli masih tersimpan dan dirawat, naskah kitab I’anatut tholibin, dan kitab-kitab lainnya.

Di samping kitab, juga banyak ulama-ulama yang hafal sanad suatu amalan hingga sampai kepada Rasulullah. Sehingga itu menjadi  aset yang harus dijaga keutuhan negeri ini. Karena menyelamatkan Islam maupun negeri adalah wajib, hubbul wathon minal iman.

Sehingga Islam Nusantara memiliki tiga arti seperti makna idhofah dalam ilmu nahwu. Pertama, Islam Nusantara bermakna Islam dari Nusantara. Islam dari Indonesia tersebar ke mana-mana. Kedua, Islam milik Nusantara, Islam di Nusantara kalah dengan Islam di Negara Arab. Ketiga, Islam di Nusantara, memiliki kebijaksanaan sendiri tanpa menyimpang dari hukumnya. 

Misalnya saja, shalat tarawih di Saudi sampai durasi lima jam, sedangkan di Indonesia hanya setengah jam umumnya. Dikarenakan orang Indonesia harus bekerja pada siang hari walaupun saat berpuasa Ramadhan.

“Kalau di Indonesia, orang tarawih lima jam ya gak bisa, beda dengan di Saudi itu kalau Ramadhan semuanya libur, jadi kalau siang tidur,” pungkas ketua PWNU Jawa Timur itu.

No comments:

Post a comment