Sidang Skripsi Online Temui Sejumlah Kendala - Araaita.net

Breaking News

Friday, 27 March 2020

Sidang Skripsi Online Temui Sejumlah Kendala

Reporter: Rafika
Editor: Khilda


Sidang: Shofa saat melakukan video call dalam sidang online (IST)

Sejak merebaknya kasus SARS CoV-2 atau yang kini dikenal sebagai COVID-19, hingga saat ini, Uin Sunan Ampel (UINSA), Surabaya memberlakukan sistem kuliah daring sejak rabu (18/03). Termasuk sidang skripsi. Namun, dalam pelaksanaanya banyak kendala yang dialami oleh mahasiswa.

Menurut mahasiswa program studi (prodi) Bimbingan Konseling Islam (BKI), Atika Khoirona, sidang skripsi daring ini membuatnya tidak tenang. Pasalnya, sinyal internet yang tidak stabil, dan menunggu revisi yang sampai sekarang belum dikirim oleh semua dosen penguji menjadi kendala baginya.

Ribet kalo sinyal ngadat. Udah gitu revisiannya sampe sekarang belum dikirim, bingung ini lulus apa engga. Jadi ga tenang” keluh mahasiswa semester delapan itu.

Selain kendala sinyal, kendala lain menurut Liza Umami mahasiswa prodi Hubungan Internasional, sidang online memiliki keterbatasan ruang dan waktu, sehingga tidak leluasa menjelaskan hasil penelitiannya.

“Di sidang online kita dikasih sedikit waktu, jadi tidak secara keseluruhan tersampaikan,” ungkapnya saat diwawancarai pada rabu (25/03).

Sidang skripsi online ini dirasa kurang efektif oleh Shofa Sa’adah mahasiswa prodi Hukum Keluarga Islam (HKI), sebab mahasiswa jadi meremehkan sidang skripsi dan bidang kelimuannya diragukan.

"Kalau offline itu ngrasa bener-bener ujian, kalau online kayak main-main," ujar mahasiswa HKI itu ketika diwawancarai via WhatsApp (25/03).

Kebijakan sidang online tersebut berdasarkan dengan Surat Edaran Rektor Nomor 400 Tahun 2020, pasal E nomor 5 poin b yang menyatakan bahwa “Pelaksanaan ujian skripsi, tesis, disertasi tahap I (tertutup) dilaksaakan dengan sistem daring dengan memanfaatkan sosial media yang ada. Pelaksaannya dengan memberi komentar (feedback) pada naskah skripsi, tesis, atau disertasi. lnstrumen feedback disesuaikan dengan ketentuan pada program studi masing-masing".

Mekanisme dari sidang skripsi sendiri ini hampir sama di semua fakultas. Mahasiswa mengirimkan materi ujian skripsi kepada tim penguji dan dilanjutkan dengan melakukan sesi tanya jawab melalui video call dengan menggunakan aplikasi beragam, seperti WhatsApp, Google Duo, Hangout Meet, dan sebagainya. Kemudian tim penguji akan memberikan feedback dengan mengirimkan revisi kepada mahasiswa melalui grup chat atau chat pribadi.

No comments:

Post a comment