Terkesan Mendadak dan Sosialisasi Kurang, KBM-U Mendapat Penolakan - Araaita.net

Breaking News

Saturday, 7 March 2020

Terkesan Mendadak dan Sosialisasi Kurang, KBM-U Mendapat Penolakan

Reporter: Uma Ageng PP
Editor: Nur Khomariyah


Salah satu dari beberapa snap instagram akun pemuda.sampah

Rabu (04/04), Senat Mahasiswa Universitas (SEMA-U) telah menyelenggarakan Kongres XVIII Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) di Aula Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK).

Namun kongres tersebut mendapatkan penolakan dari oknum mahasiswa dengan menggunakan akun instagram (@pemuda.sampah) sebagai media penyampaiannya.

Dalam postingan tersebut https://instagram.com/pemuda.sampah?igshid=trajsci24o95 mengatakan bahwa undangan belum sepenuhnya didistribusikan, sosialisasi terkait pelaksanaan kongres kali ini dianggap tidak ada, dan informasi tidak bisa diperoleh karena sumbernya tidak dapat diakses.

Menurut E (nama inisial), pemegang akun tersebut memaparkan alasan mengunggah penolakan tersebut karena menurutnya informasi terkait KBM-U terkesan mendadak. Banyak teman-teman mahasiswa yang menerima undangan secara mendadak.

"Mepet, bahkan ada yang malam hari tepat sebelum pelaksanaan," ungkapnya pada Kru LPM Araaita, Jum'at (6/3).

Selain itu alasan menuliskan poin tentang informasi yang tidak dapat diakses karena akun instagram SEMA-U tidak ada kabar dan DEMA-U yang malah diprivasi.

Sedangkan poin terakhir terkait masalah pendistribusian surat kurang menyeluruh, beralasan  ada beberapa organisasi yang belum mendapatkan undangan sehingga tidak dapat mengikuti kongres KBM-U. Ia menyebutkan diantaranya yaitu Teater Q (Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dari Fakultas Syariah dan Hukum (FSH)) dan beberapa UKM dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK).

"Kami melakukan penolakan ini juga bukan tanpa alasan," tambah mahasiswa semester 6 tersebut.

Mahasiswa semester 6 tersebut, juga menjelaskan alasan membuat akun tersebut tidak lain adalah bertujuan untuk memperbaiki demokrasi di UINSA. Caranya dengan memposting screenshot Direct Message (DM) yang berisi tentang curahan keresahan dan pertanyaan kepada DEMA-U dan SEMA-U.

Ia juga menyayangkan SEMA UINSA belum bisa mengajak seluruh mahasiswa dalam merumuskan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) seakan memiliki lingkaran sendiri dan tidak mau ada pihak lain yang ikut campur di dalam.

"Kenapa hanya lingkaran-lingkaran mereka?" keluhnya.

Sementara itu, Afham, ketua SEMA membantah jika dituduh tidak mensosialisasikan informasi terkait KBM-U. Ia mengungkapkan bahwasannya pihak Sema sudah menginformasikan sosialisasi terkait KBM-U sejak awal januari.

"Bahkan akhir Desember saya sudah pernah sosialisasi itu", jawabnya saat ditemui Kru LPM Araaita di depan gedung D1 Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK).

Mahasiswa semester 10 tersebut menegaskan bahwa pihaknya sudah mensosialisasikan kongres KBM-U lewat grup Whatsapp DEMA dan SEMA Fakultas yang telah di buat. Ia melakukan hal itu karena menurutnya Dema dan Sema fakultas punya otoritas tersendiri untuk mengatur serta mensosialisasikan ke fakultasnya masing-masing.

"Tidak mungkin saya terjun ke mahasiswa satu persatu untuk mensosialisasikan hal itu," imbuhnya.

Terkait pernyataan pendistribusian surat yang tidak merata, Afham menegaskan bahwa tidak mungkin pendistribusian surat dan sosialisasi kurang merata.

"Tidak mungkin tidak merata, orang yang ikut KBM-U ada sembilan fakultas kok," pungkasnya.

3 comments:

  1. Tolak saja, gak bermutu Demokrasi di uinsa.
    Kalau perlu ga usah diadakan hal semacam itu. Pembodohan Mahasiswa itu....

    ReplyDelete
  2. Calon politikus gelandangan

    ReplyDelete
  3. Ket biyen lak ngono kelakoane asu asu ngono

    ReplyDelete