Tanggapi SK Dirjen Tentang Pembatalan Pengurangan UKT, Dema UINSA Minta Audiensi Kemenag - Araaita.net

Breaking News

Wednesday, 29 April 2020

Tanggapi SK Dirjen Tentang Pembatalan Pengurangan UKT, Dema UINSA Minta Audiensi Kemenag

Reporter: Aida


Screenshoot surat permohonan audiensi online dari Dema Uinsa

Menanggapi surat keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Islam tentang pembatalan pengurangan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) mengajukan surat audiensi online yang ditujukan kepada Menteri Agama Republik Indonesia.

Munawwir sebagai Ketua Dema mengatakan jika surat permohonan audiensi online itu diajukan lantaran prihatin dengan kondisi ekonomi mahasiswa di tengah pandemi saat ini.  

"Kalau tidak ada bantuan dari pemerintah kemungkinan besar bahwa mahasiswa tidak menemukan ketenangan dalam menjalankan kuliah," ujar mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum tersebut.

Selain itu, banyak keluhan dari mahasiswa yang disampaikan ke Dema berkenaan dengan kondisi ekonominya saat ini sangat memprihatinkan. 

"Maka atas dasar itu saya merasa wajib untuk menyampaikan persoalan ini pada Kemenag, mengingat forum rektor tidak bisa menjembatani kebutuhan mahasiswa," tegasnya.

Ia juga menambahkan, ada tiga hal yang ingin ia sampaikan kepada kemenag. Pertama, Ingin melakukan koordinasi sekaligus klarifikasi terkait masalah pencabutan surat Dirjen Plt. Nomor. B-752/DJ.I/HM./04/2020 tentang Pengurangan UKT/SPP PTKIN akibat pandemi Covid-19.

Kedua, ingin menyampaikan kekecewaan atas ketikdak konsistenan kemenag dalam meberikan kebijakan, dan terakhir ingin menyampaikan keluhan-keluhan mahasiswa di lingkungan PTKIN khususnya UINSA ditengah pandemi covid-19.

Dengan adanya surat permohonan audiensi tersebut, Munawwir berharap  mendapat respon positif dari Kementrian Agama (Kemenag).

"Harapannya semoga segera dijadwalkan oleh kemenag pertemuan kami, baik secara virtual maupun tatap muka," pungkasnya.

No comments:

Post a comment