Terkait Aksi Mogok UKT, Warek 3: Mahasiswa Akan Rugi - Araaita.net

Breaking News

Wednesday, 6 May 2020

Terkait Aksi Mogok UKT, Warek 3: Mahasiswa Akan Rugi

Reporter: Yoga
Editor: Khilda


Ma'shum: "Mahasiswa akan rugi kalau tidak membayar UKT, bisa cuti kalau mengajukan cuti, kalau tidak ya DO," tegasnya saat diwawancarai kru Araaita.net, Selasa (5/5).

Araaita.net- Aksi virtual yang dilakukan Front Mahasiswa Uinsa (FMU), Senin (4/5), Mendapat tanggapan dari Ma'shum selaku Wakil Rektor 3 (Warek 3) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (Uinsa) Surabaya, ia mengungkapkan jika benar ingin melakukan mogok membayar UKT, maka mahasiswa yang akan rugi.

"Jika tidak membayar UKT, bisa cuti jika dia mengajukan cuti kalau tidak ya dia akan DO," tegasnya saat diwawancarai kru Araaita.net via whatsapp, Selasa (5/5).

Warek 3 tersebut juga menambahkan bahwa pihak rektorat sudah bersepakat tidak menurunkan UKT seperti yang pernah diusulkan. Tetapi memilih jalan untuk banding ke rektorat seperti yang di usulkan Kementerian Agama (Kemenag).

"Kita akan selesaikan secara case to case jika ada mahasiswa yang keberatan, yang tidak bisa dan betul-betul tidak bisa, nanti kita kasih jalan keluar. Itu yang sebenarnya kita persiapkan," tambahnya.

Mekanisme banding dilakukan dengan cara face to face dan tidak ada batasan semester dan di khususkan bagi mahasiswa yang terdampak Covid-19.

Ma'shum juga menambahkan bahwa, banding ini akan dilakukan ketika pembayaran UKT semester gasal di pertengahan Juli 2020.

Simak juga: http://www.araaita.net/2020/05/aksi-virtual-uinsamogokukt-tuntut.html

Perlu  diketahui bahwa Covid-19  tidak menentu kapan akan berakhir, tidak menutup kemungkinan pandemi ini belum berakhir di bulan Juli. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihak rektorat juga belum memberikan langkah selanjutnya.

"Nah! Itu yang belum kita antisipasi. Kami tidak punya prediksi kalau PSBB sampai bulan Juli. Oleh karena itu kegiatan-kegiatan kemahasiswaan masih menggantung semua termasuk PBAK," ucapnya.

Diakhir wawancara Ma'sum berpesan agar tidak usah mengembangkan tagar (#UINSAMogokUKT) jika setuju dengan apa yang diinisiasi pimpinan.

No comments:

Post a comment