Kegiatan Kemahasiswaan UINSA Selama PSBB Macet, Anggaran Ditarik Kemenag - Araaita.net

Breaking News

Friday, 12 June 2020

Kegiatan Kemahasiswaan UINSA Selama PSBB Macet, Anggaran Ditarik Kemenag

Reporter: Arfan

Pintu gerbang UINSA ketat medical check

Seperti yang kita ketahui, Surabaya sudah tidak lagi memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). PSBB di Jawa Timur, khususnya Surabaya sudah berakhir sejak Senin, (8/6/2020).

Selama PSBB berlangsung, kegiatan kemahasiswaan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) turut terdampak. Berdasarkan penulusuran kru araaita.net, Ali Ma'shum sebagai Wakil Rektor III (Warek III) bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama membenarkan kalau kegiatan kemahasiswaan selama PSBB tidak efektif dan anggaran ditarik oleh Kementrian Agama (Kemenag).

"Tidak sama sekali efektif, semua kegiatan kemahasiswaan macet, dananya juga dipotong habis oleh Jakarta," jelasnya saat diwawancarai via Whatsapp pada Rabu, (10/6/2020).

Sehubungan dengan penerapan New Normal di UINSA, maka akan dibuatkan prosedural kegiatan terbaru sesuai dengan protokol kesehatan.

"Nanti kita buatkan rumusan model kegiatan ekstrakurikuler. Sementara masih memperketat psychal distancing," tambahnya

Anggaran untuk UINSA yang ditarik oleh Kemenag berkisar 1,7 Miliar untuk keperluan Covid-19.

"Dana UINSA yang ditarik  Kemenag kisaran 1,7 M untuk penanganan Covid-19. Akhirnya, banyak kegiatan yang tidak terlaksana," terang Abu Azam sebagai Wakil Rektor II (Warek II) bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan .

Abu Azam melanjutkan, untuk penanganan Covid-19 di UINSA sendiri menggunakan hasil iuran para Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Para ASN urunan untuk atasi Covid-19," jelasnya.

Macetnya kegiatan kemahasiswaan juga dirasakan oleh Reza, mahasiswa yang berasal dari Program Studi (Prodi) Manajemen.

"Jelas tidak efektif. Sangat tidak efektif," terang ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Budaya saat diwawancarai via Whatsapp pada Rabu, (10/6/2020).

Ia melanjutkan, UKM Seni Budaya sempat melakukan kegiatan selama pandemi dengan mengadakan donasi puisi untuk negeri. Namun, kegiatan tersebut hanya berjalan di awal masa pandemi.

"Semakin lama mengendur. Donasi terkumpul sekitar 600.000 rupiah yang diserahkan ke lembaga sosial Aksi Cepat Tanggap (ACT)," pungkasnya.

No comments:

Post a comment