Kunci Sukses Alumni FDK Dapatkan Beasiswa ke Rusia - Araaita.net

Breaking News

Tuesday, 2 June 2020

Kunci Sukses Alumni FDK Dapatkan Beasiswa ke Rusia

Reporter: Rafika
Editor: Khilda


Swafoto: Amy Maulana  di depan Kampus Volgograd State University (Doc: IST)

Akun instagram @aisnujawatengah menghadirkan Amy Maulana, alumni Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA)  sebagai pembicara dalam acara #kelilingdunia Etika Beragama di Rusia, Minggu (31/5).

Pria yang menempuh pendidikan di Volgogard State University, memberikan tips untuk lolos tes beasiswa yang diselenggarakan oleh Pemerintah Rusia melalui Pusat Kebudayaan Rusia yang ada di Indonesia. 

Ada dua tes yang dilakukan untuk dapat lolos beasiswa, tes administrasi dan tes wawancara. Untuk tes administrasi sendiri seperti menyertakan ijazah dan transkrip nilai, surat ketengan sehat bebas dari HIV/AIDS, Hepatitis, dan TBC, Paspor, dan motivation letter.

Lulusan Prodi Komunikasi angkatan tahun 2000 ini juga membagikan tips bagaimana cara membuat motivation letter yang menarik. Motivation letter nya bercertita tentang dirinya alias promosi diri yang meyakinkan, alasan mengambil studi di Rusia, dan sumbangsih apa yang akan diberikan terhadap Indonesia.

“Artinya melatar belakangi pengen sekali kuliah di rusia, contohnya bahasa rusia menjadi nomor 10 bahasa internasional PBB, nomor 3 ekspor minyak, dan nomor 1 ekspor gas,” jelasnya ketika diwawancarai melaui via telepon (1/6).

Sedangkan untuk tes wawancara, ia mengungkapkan bahwa ketika wawancara akan ditanyai kesiapan untuk siap tidak kuliah di Rusia yang menentukan seseorang itu lolos tes dan mendapatkan beasiswa.

Kesiapan untuk kuliah di Rusia menurutnya ada tiga hal, siap finansial, siap mental, dan siap fisik. Siap finansial maksudnya memiliki finansial yang cukup untuk membiayai kehidupannya selama di Rusia, karena beasiswa ini hanya mencakup biaya studi saja, tidak termasuk akomodasi, transport, dan lain sebagainya.

“Perlu izin orang tua paling penting, karena ditanyai siapa yang jadi penjamin biaya selama tinggal disana," ungkap pria yang menempuh pendidikan untuk gelar Doctor of Philosophy (PhD) tersebut.

Selain siap secara finansial, juga harus siap secara mental dan fisik karena harus jauh dari orang tua dan keluarga, juga di Rusia memiliki cuaca yang ekstrim dengan empat musimnya, musim dingin (-30°C), musim gugur (-10°C), dan musim panas bisa lebih dari 40°C.

“Saya beli baju musim dingin saya kira cukup ternyata kurang. Kulit saya sering kering dan selalu menggunakan lipstick untuk pelembab bibir”, ujar mahasiswa yang mengambil jurusan Philosophy Ethics and Religious Studies tersebut.

1 comment:

  1. Alumni tahun berapa ga dijabarkan nih??? Whonya ga detail

    ReplyDelete