Aliansi Getol Jatim Gelar Aksi Batalkan RUU Omnibus law - Araaita.net

Breaking News

Friday, 17 July 2020

Aliansi Getol Jatim Gelar Aksi Batalkan RUU Omnibus law

Reporter: Yoga
Editor: Yosi

Penuh Semangat: Ribuan massa aksi lakukan penolakan RUU Omnibus Law

Araaita.net - Ribuan massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Tolak Omnibus law (Getol) kembali menggelar aksi di depan Kantor Gubernur Jatim pada Kamis (16/07). Dalam aksi kali ini mereka menuntut untuk penghapusan RUU Omnibus law yang dianggap merugikan masyarakat sipil.

Dalam aksi tersebut dihadiri beberapa kalangan seperti para serikat buruh, mahasiswa, dan petani. Doni selaku kordinator lapangan (Korlap) mengungkapkan bahwa massa aksi yang datang kali ini berjumlah ribuan.


"Untuk massa kali ini kira-kira 3.500 - 4.000 an masa yang datang," ujar Doni saat diwawancarai kru Araaita.net di depan Kantor Gubernur.

Rencananya, aksi akan dipusatkan di Monumen Tugu Pahlawan, Surabaya.

"Titik kumpulnya ada dua, yang pertama di Bundaran Waru lalu ada di Kebun Binatang Surabaya (KBS). Setelah itu sama-sama bergerak ke Tugu Pahlawan," kata Doni

Dalam aksi ini Getol Jatim membawa dua point utama yakni menuntut DPR RI menghentikan pembahasan RUU Omnibus law serta di gratiskan nya Rapid test untuk seluruh lapisan masyarakat.

"Tuntunan kita jelas menolak rencana pembahasan RUU Omnibus Law. Karena tanggal 14,15,16 Juli rencananya pemerintah mau melakukan pembahasan. Makanya kita menggelar aksi unjuk rasa untuk membatalkannya" ujarnya.


Penolakan ini bukan tanpa alasan, Doni menjelaskan jika RUU ini disahkan salah satu dampaknya, pekerja akan dilepaskan di pasar kerja bebas sehingga tidak ada tanggung jawab dari perusahaan dan pemerintah.

"Contoh seperti halnya tentang upah, bisa saja perusahaan berunding dengan pekerja memberi upah di bawah UMK dalam pembayarannya, karena regulasinya dirubah,  itu yang saya sebut diberikan di pasar bebas," tambahnya

Selain itu, Doni menjelaskan, pihaknya menjamin saat aksi berlangsung, serikat pekerja tetap menjaga protokol kesehatan.

"Kita sudah sosialisasi agar patuh protokol kesehatan. Mulai menggunakan masker, tertib physical distancing, dan bawa hand sanitizer," kata Doni yang juga Wakil Ketua DPW FSPMI (Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia) Jatim ini.

Selain dua tuntutan di atas, dalam siaran pers yang dikeluarkan Getol Jatim juga menuntut Negara bertanggung jawab atas PHK yang terjadi selama masa pandemik dan menuntut tanggung jawab Negara atas banyaknya buruh yang dirumahkan dan tidak mendapat gaji, tidak mendapat THR serta pemutusan  BPJS ketenagakerjaan sepihak oleh perusahaan selama masa pandemi.

Dony juga menegaskan bahwa jika RUU tersebut masih dibahas massa aksi akan menginap di Monumen Tugu Pahlawan hingga mendengar pembahasan RUU tersebut dihentikan.

No comments:

Post a comment