GELASTUA menjadi Tuntutan Utama Aksi Mahasiswa UINSA - Araaita.net

Breaking News

Thursday, 9 July 2020

GELASTUA menjadi Tuntutan Utama Aksi Mahasiswa UINSA

Reporter: Sachi
Editor: Khildah Filjannah

Suasana aksi ketika baru tiba di depan pintu masuk UINSA (Doc. Ara Aita/Sachi)

Araaita.net -  Kamis (9/7), puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Lingkar Suara Mahasiswa (LSM) UINSA menggelar aksi menuntut pihak kampus untuk melakukan pemotongan Uang Kuliah Tunggal (UKT) di depan pintu masuk Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya.

Aksi tersebut dinamai 'GELASTUA UINSA' yang merupakan singkatan dari tiga belas tuntutan mahasiswa UINSA. Aksi ini menuntut pihak kampus UINSA untuk melakukan pemotongan UKT mahasiswa akibat pandemi Covid-19. Aksi tersebut lanjutan dari protes online yang sempat dilakukan melalui media sosial twitter sehari sebelumnya (8/7).

Aksi protes ini dimulai pukul 09.43 WIB, pihak LSM mengajukan 13 tuntutan kepada pihak UINSA. Mulai dari permintaan transparansi dana kampus, kejelasan mekanisme pembelajaran semester gasal, sampai dengan pemotongan UKT.

"Pada intinya terdapat dua hal yaitu terkait UKT dan mekanisme belajar mengajar di semester depan nanti," jelas Ilham selaku perwakilan massa aksi.


Lampiran Memorandum of Understanding (MoU) sebelum negosiasi (Dok. LSM)

Ma'shum selaku wakil rektor 3 akhirnya menemui massa aksi dan sempat meminta perwakilan 5 orang untuk audiensi di dalam kampus. Namun massa meminta audiensi dilakukan secara terbuka untuk membahas dan bernegosiasi tiap poin dari semua tuntutan tersebut.

Pada saat membahas poin kedelapan yang tertulis 'Mahasiswa dengan kelompok UKT 4-7+ mandiri mendapat potongan dan angsuran' sempat mengalami proses yang lama. Ma'shum dan biro keuangan menawarkan untuk mengganti redaksi poin menjadi 'mahasiswa dengan kelompok UKT 6-7+ mandiri mendapat potongan dan angsuran'.

"Kalau 6-7 saya bisa laksanakan,"  tawar biro keuangan.

Setelah melewati perdebatan, akhirnya menemukan jalan tengah dengan mengganti tuntutan menjadi Mahasiswa dengan kelompok UKT 6-7+mandiri mendapatkan potongan dan angsuran.
Lampiran Memorandum of Understanding (MoU) setelah negosiasi (Dok. LSM)

Selepas menyampaikan semua tuntutan dan melakukan negosiasi, aksi berakhir ketika Ma'shum menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) yang merupakan hasil dari negosiasi tadi meski ada beberapa redaksi yang ditambahkan dan diganti.

Sesi setelah penandatanganan MoU. (Dok. Istimewa/Tiyaz)

No comments:

Post a comment