Jadi Pembicara Seminar New Normal, Prof. Nur Syam: Realita Empiris Masyarakat Menyedihkan - Araaita.net

Breaking News

Monday, 13 July 2020

Jadi Pembicara Seminar New Normal, Prof. Nur Syam: Realita Empiris Masyarakat Menyedihkan

Reporter: Dede Rizqi Ramdani
Editor: Yosi Meliawati


Prof. Dr. H. Nur Syam, M. Si. saat memulai materinya. (Dok. LPM Ara Aita/Dede)

Araaita.net - Senin (13/7), Ikatan Sarjana Nadhlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur (Jatim) bekerjasama dengan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya mengadakan seminar online melalui aplikasi Zoom Cloud. Acara tersebut berlangsung mulai pukul 13.00 WIB dengan tema "Zoominar: Keterbukaan Informasi dan Edukasi Disiplin untuk Sukses New Normal".

Dr. H. Abd. Halim, M.Ag., Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UINSA bertindak sebagai moderator untuk memandu narasumber memaparkan materi. Salah satu pemateri dalam seminar itu merupakan Guru Besar FDK, Prof. Dr. H. Nur Syam, M. Si.

Pamflet acara

Dalam kesempatan itu, pria yang kerap disapa Prof. Nur Syam tersebut mengatakan bahwa perilaku masyarakat sendiri yang mempercepat pertambahan jumlah positif Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) dan memperparah keadaan. Seperti menganggap enteng virus tersebut, tidak mengindahkan protokol kesehatan dari pemerintah, masih banyak kerumunan, dan hanya mementingkan diri sendiri.

"Realita empiris masyarakat menyedihkan," katanya.

Prof. Nur Syam juga membagikan cerita tentang keluarga yang terpapar Covid-19 dan sedang melakukan isolasi mandiri di rumah. Reaksi masyarakat sekitarnya berbeda-beda di setiap tempat, ada yang memberi bantuan berupa logistik dan juga dukungan moril. Namun, ada pula masyarakat beranggapan bahwa orang yang terpapar virus tersebut sebagai pendosa. Lebih dari itu bahkan orang-orang, tetangga, serta kerabat yang menolong malah dikucilkan.

Selain itu Ia juga menyesalkan oknum masyarakat yang melakukan tindak kekerasan fisik dan penolakan terhadap petugas kesehatan Covid-19.

"Perilaku masyarakat beragam, ada yang paradoks, permisif, dan kekerasan simbolik," jelasnya.

Prof. Dr. H. Nur Syam, M. Si. saat memberikan sambutan sebelum menyampaikan materi. (Dok. LPM Ara Aita/Dede)



No comments:

Post a comment