Sambut Maba UINSA 2020, Menteri Agama RI Beri 5 Pesan - Araaita.net

Breaking News

Wednesday, 23 September 2020

Sambut Maba UINSA 2020, Menteri Agama RI Beri 5 Pesan

Reporter: Rafika Wahyuni
Editor : Umi Aida

Tangkap layar: Fachrul Razi saat memberikan welcome speech dalam PBAK UINSA 2020 Via Zoom (23/09)

Araaita.net - Menteri Agama Republik Indonesia Fachrul Razi memberikan welcome speech di Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UINSA pada Rabu (29/09). 


Fachrul menyampaikan lima pesan kepada mahasiswa baru (maba) selama menjadi mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKAI).


Pesan yang pertama, menggunakan kesempatan berkuliah di PTKAI dengan sebaik-baiknya. 


Tidak memberikan sejengkal waktu untuk jeda dengan memanfaatkannya untuk membaca, mencari pengalaman, merawat pergaulan, dan mengasah hati dan pikiran untuk kepedulian sosial.


Kedua, menjadi duta moderasi beragama. Dengan mengembangkan visi keagamaan yang inklusif, damai, dan toleran.


Juga dapat memajukan antara agama dan kebangsaan, antara islam dan ke-Indonesiaan, dan menjadi sarjana yang komitmen untuk mencintai islam dan Indonesia.


Ketiga, harus bangga menjadi mahasiswa PTKAI karena di sini mahasiswa diajarkan menjadi manusia yang paripurna.


Dengan integrasi keilmuan modern seperti sains dan teknologi, sosial dan humaniora, dengan nilai-nilai keagamaan yang baik antara kitab kuning dan kitab putih.


“Diajarkan kemanusiaan yang paripurna atau insan kamil agar mampu berdialetika dengan kehidupan kekinian tanpa melupakan masa lampau,” 


Keempat, menjadi mahasiswa yang kreatif dan inovatif, tidak hanya mengandalkan yang tertulis di kurikulum dan apa yang diajarkan di bangku perkuliahan saja.


Namun juga berkreatifitas dan berinovasi dengan aktif di organisasi kemahasiswaan untuk mengasah kemampuan leadership, bakat, dan minat.


Terakhir, Fachrul Razi berpesan untuk mengisi dunia maya dengan konten-konten atau narasi yang menyejukkan dan berdimensi membangun kemajuan, karena media sosial harus menampilkan wajah mahasiswa PTKAI yang tawadhu’.


“Isilah dunia maya anda sebagaimana yang diajarkan dalam kitab Ta’limul Muta’allim,” tuturnya.


Selain pesan di atas, Purnawirawan Jenderal TNI ini mengutarakan bahwa  mahasiswa PTKAI harus menjadi pencerah sekaligus pemandu arah bagi pemahaman keagamaan yang cenderung mengedepankan cara-cara kekerasan dan kurang menampilkan wajah islam yang moderat. 


“Islam harus tampil dengan langgamnya yang , melindungi dan mengayomi semua anak bangsa bahkan dalam tata pergaulan global,” ujarnya.


Pria 73 tahun itu juga mengatakan menjadi mahasiswa adalah suatu kebanggan, yang mana makna kebanggan sendiri karena bisa menjalankan estafet kesejarahan dan misi perubahan.


Mahasiswa sebagai the agent of intellectual, the agent of development, and the agent of social change, diharapkan bisa menjadi intelektual kritis untuk menjadi bagian dari perbaikan. 


“Mahasiswa harus peka terhadap munculnya gerakan transnasional yang kadang menggeser semangat kebangsan kita,” pungkasnya.

No comments:

Post a comment