33,1% Mahasiswa Baru belum memahami materi PBAK - Araaita.net

Breaking News

Wednesday, 7 October 2020

33,1% Mahasiswa Baru belum memahami materi PBAK

Reporter : M. I'anur Rofi'

Editor : Arfan E Wijaya

Ma'shum menyampaikan materi lembaga kampus saat PBAK online (Ian/Arta) 

Kegiatan Pengenalan Budaya Akademik Kemahasiswaan (PBAK) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya yang dilaksanakan selama 3 hari yang dimulai pada tanggal 23 – 25 September 2020 pertama kali digelar secara online


Kegiatan tersebut dilaksanakan menggunakan platform aplikasi Zoom Meeting  dan disiarkan secara langsung di channel Youtube DakwahTV. Pihak kampus melaksanakan kegiatan PBAK online karena terkendala pandemi COVID-19. 


Kegiatan PBAK online tersebut menuai banyak tanggapan dari mahasiswa baru (maba) maupun dari pihak rektorat.


Kami dari tim redaksi LPM Ara Aita mengumpulkan data responden terkait pelaksanaan kegiatan PBAK online pada hari Sabtu (26/9) hingga Jum’at (2/10). Kami mendapatkan 125 responden dari maba. 


Hasilnya, sebanyak 33,1% maba belum memahami materi yang disampaikan narasumber, terutama penyampaian materi terkait sistem pembelajaran kampus. Sementara itu, 25,8% kurang konsentrasi dalam memahami materi yang disampaikan narasumber.


Beberapa mahasiswa baru mengeluhkan kegiatan ini karena terkendala beberapa masalah jaringan seperti sinyal yang kurang mendukung, audio visual yang kurang jelas, aplikasi Zoom error, sehingga beberapa materi tidak tersampaikan secara baik kepada mahasiswa. 


Seperti yang diungkapkan Muhammad Syarif Hidayatullah dari prodi Manajemen Pendidikan Islam melalui tanggapan kuesioner.


“Kalau menurut saya, kegiatan PBAK online masih kurang efektif karena kegiatan ini terikat oleh kuota, sinyal, dan mungkin fasilitas bagi yang kurang mampu. Namun, karena memang sebuah tuntutan di dalam era pandemi ini mau tidak mau ya cara online lah yang harus kita lakukan,” tulisnya.


Menurut Ma’shum selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan mengatakan, dari sisi pelaksanaan acara sudah cukup baik. Namun dalam sisi pengenalan lembaga kampus dinilai kurang efektif. Mahasiswa juga kurang memahami terutama dari sistem pembelajaran online


“Mungkin minggu ini kita akan undang seluruh panitia untuk melakukan evaluasi pelaksanaan PBAK kemarin,” terangnya.


Terkait dengan sistem pembelajaran online masih ada problem melihat informasi perubahan Sistem Informasi Akademik (Siakad) ke Sistem Informasi Akademik Terpadu (Sinau). 


Sementara itu Siakad lama masih dapat digunakan, namun ketika menggunakan siakad yang telah di-upgrade maka kegiatan pembelajaran akan dipantau secara full.


Melihat situasi dan kondisi pandemi saat ini terutama kota Surabaya. Masih belum ada perkembangan dari pihak kampus terkait dimulainya sistem pembelajaran offline.


“Selama ini kami masih menunggu perintah dari kementerian. Mahasiswa kita kan dari seluruh provinsi di Indonesia, jadi kita masih belum bisa membayangkan perkuliahan offline nanti dilaksanakan,” pungkasnya



No comments:

Post a comment