Penipuan Pulsa yang Mengatasnamakan Dosen Kembali Terjadi - Araaita.net

Breaking News

Friday, 27 November 2020

Penipuan Pulsa yang Mengatasnamakan Dosen Kembali Terjadi

Reporter: M. I'anur Rofi'

Editor: Arfan Eka Wijaya


Isi pesan pelaku penipuan pulsa yang mengatasnamakan salah satu dosen FDK

Araaita.net - Lagi, penipuan yang berkedok mengatasnamakan dosen kembali terjadi menimpa salah satu mahasiswi Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. Penipuan pulsa yang terjadi kali ini dengan mengatasnamakan salah satu dosen FDK, Anwari Nuril Huda. Modusnya si pelaku meminta untuk mengirimkan sejumlah pulsa via Short Message Service (SMS) kepada korban.


Leni, salah satu mahasiswa Program Studi (Prodi) BKI menceritakan pada kemarin siang (27/11) pukul 11.00 WIB ketika ia sedang mengerjakan tugas, ada pesan masuk dan menanyakan temannya yang berjualan pulsa dengan mengatasnamakan Nuril Huda beserta nama dan gelarnya. Sampai sini Leni belum mencurigai pelaku karena gaya bahasa si pelaku sama persis dan memakai gelar Nuril Huda. 


“Leni teman yang berjualan pulsa siapa? Anwari Nuril Huda,S.sos.I,M.A,” isi pesan pelaku kepada korban.


Leni mulai menaruh kecurigaan karena pelaku kembali meminta mengirimkan pulsa ke dua nomor yang berbeda dengan nominal yang sama. Leni juga sudah mengonfirmasi ke Nuril Huda yang ternyata ia merasa tidak meminta untuk mengirimkan pulsa.


Leni mengimbau kepada teman-temannya untuk selalu waspada dan tak langsung percaya dengan pesan setiap orang.


“Ya mau gimana lagi kak semua sudah terlanjur kan, yang pasti saya langsung menginformasikan keanak-anak lainnya biar nggak ada kejadian serupa,” ungkapnya.


Kru Ara Aita mencoba menghubungi Nuril Huda melalui media telepon, ia menceritakan bahwa dirinya bingung karena tak merasa meminta mahasiswanya untuk mengirimkan sejumlah pulsa via SMS ke nomor terkait.


“Saya bingung ini pulsa apa dan untuk apa, lalu dikirim screenshot pemesanan pulsa ke saya, kata korban dia percaya karena nama saya ditulis lengkap, sepertinya si korban merasa bahwa yang mengirim saya sendiri karena dalam penulisan gelar tersebut benar semua,” ujar salah satu dosen FDK tersebut.


Menurutnya, ia curiga karena si pelaku langsung menyebut nama korban dan menanyakan teman korban yang berjualan pulsa. Padahal ia sendiri tahu bahwa si korban memang berjualan pulsa dan ia beranggapan bahwa sebelumnya si pelaku sudah mengetahui kalau korban memang berjualan pulsa.


“Sebelumnya si penipu tahu Leny dan tahu saya. Penipu tersebut juga tahu saya sedang mengajar si Leny, saya cukup yakin bahwa kemungkinan besar si penipu juga tahu kalau Leny itu penjual pulsa,” ujarnya.


Nuril huda mengatakan kasus penipuan ini berdampak negatif dalam segala hal baik secara finansial maupun non-finansial, ia menegaskan kembali bahwa ia tak merasa meminta para mahasiswanya untuk mengirimkan sejumlah pulsa ke nomor terkait.


“Sampai saat ini saya tidak pernah meminta mahasiswa untuk mengirimkan sejumlah pulsa,” tegasnya. 


Kasus penipuan pulsa berkedok mengatasnamakan civitas akademik ini bukan pertama kali terjadi. Pada tahun sebelumnya kasus serupa juga terjadi dengan motif yang tak jauh berbeda yaitu meminta salah satu mahasiswa untuk mengirimkan sejumlah pulsa dengan mengatasnamakan civitas akademik. Modusnya pun tak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yaitu dengan mengirimkan pesan singkat. (ian)

No comments:

Post a comment