Bahas Sertifikasi Haji, Prof. Ali beri 4 Kompetensi pada Calon Pembimbing Haji - Araaita.net

Breaking News

Thursday, 17 December 2020

Bahas Sertifikasi Haji, Prof. Ali beri 4 Kompetensi pada Calon Pembimbing Haji

Penulis : Diah Fitriatus S
Editor : Dede

M. Ali Aziz, Guru besar UINSA saat memberikan pembekalan sertifikasi haji

Araaita.net - Selasa (15/12), Kementrian Agama Republik Indonesia (KEMENAG RI) Provinsi Jawa Timur  menyelenggarakan Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji bertajuk “Strategi Pembimbingan Manasik  Haji dan Ziarah”. Acara ini dilaksanakan secara luring yang bertempat di asrama haji, Embarkasi,  Surabaya, serta disiarkan secara daring melalui aplikasi Zoom.


Acara tersebut mengundang Mohammad Ali Aziz, Guru besar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menjadi salah satu narasumber. Ali Aziz menyampaikan beberapa poin kompetensi yang harus dimiliki oleh pembimbing haji. 


“Orang yang akan menjadi pembimbing haji minimal telah menguasai empat kompetensi ini, yaitu Kepribadian, Profesional, Komunikatif, dan Sosial,” jelas pria yang kerap disapa Prof. Ali tersebut.


Menurut Prof. Ali, seorang pembimbing haji harus berakhlak mulia dan bersikap dewasa sehingga pembimbing haji dapat dipercaya dan disegani jamaahnya, karena itu sudah menjadi strategi untuk calon pembimbing jamaah haji.


Lalu yang kedua, pembimbing haji sebisa mungkin harus Profesional. Profesional disini maksudnya adalah mampu membimbing dengan menguasai secara mendalam terutama dalam bidang  al-Quran dan hadist,  khususnya tentang haji dan umrah. 


“Agar mampu mengembangkan materi secara kreatif, pembimbing haji juga harus menguasai kitab-kitab klasik dan modern tentang haji dan umrah,” ucapnya.


Ketiga, Kompetensi Komunikatif, yaitu mampu memahami jama’ah secara psikologis, sosiologis dengan keahlian dan keterampilan media. Prof. Ali mengatakan bahwa pembimbing haji harus mampu memudahkan jama’ah bukan malah menyulitkan. Metode dan penyampaian materi disertai dengan keterampilan alat komunikasi modern dalam penyajian dan evaluasi bimbingan.


“Supaya jama’ah dapat fokus dan lebih memahami materi yang diberikan,” tambahnya.


Terakhir, Prof. Ali menekankan pada Kompetensi Sosial, yaitu bersifat empati dan mudah bergaul dengan jama’ah, tanpa membedakan latar belakang etnis dalam pendidikan dan sosial mereka. 


Prof. Ali berpesan dalam karyanya  yang tertulis di buku ad-Dakwah Qowa’id Ushul, kita harus mempunyai beberapa prinsip dalam memberikan tauladan, pembimbing harus menyambung hati sebelum bicara agar objek bertahap dalam menerima beban perintah, juga sebagai pembimbing bertugas untuk memberi pemahaman bukan mendikte.


“Jadi berilah tauladan sebelum berdakwah,” pesannya.

No comments:

Post a comment