Keindahan Perangai serta Kesempurnaan Bentuk Tubuh Rasulullah SAW - Araaita.net

Breaking News

Friday, 11 December 2020

Keindahan Perangai serta Kesempurnaan Bentuk Tubuh Rasulullah SAW

Sumber : google.com

Penulis : Safira Aulia Amirullah


Rasulullah merupakan seseorang yang benar-benar sempurna, perihal ini dapat dilihat dari keelokan Perangainya yang berbanding lurus dengan kesempurnaan bentuk tubuh yang dimiliki oleh Rasullulah SAW. Allah menganugerahi Rasulullah Saw keindahan seutuhnya, tidak dibagi dengan makhluk lainnya. 


Rasulullah SAW memililiki karakteristik fisik tidak pendek serta tinggi, kulit tidak putih bule serta tidak pula sawo matang, dadanya bidang, jalannya tegak, rambut ikal yang bercorak kehitam-hitaman, tidak sangat keriting serta tidak pula lurus kaku, alis yang tebal serta melengkung bagaikan dua bulan sabit yang terpisah, pipi kemerah-merahan, bola mata gelap hitam, hidung mancung, wujud wajah tidak lancip serta tidak bundar dan selaras dengan wujud mata, hidung serta mulutnya pula kesempurnaan wujud tubuh yang lain. 


Pernyataan-pernyataan diatas terdapat dalam buku asy-sama-ilul muhammadiyah, Abu ‘Isa Muhammad bin ‘Isa bin Saurah (Imam At-Tirmizi) menjelaskan mengenai hadist-hadist dan riwayat yang menceritakan tentang bentuk tubuh Rasulullah SAW, Dari Anas Bin Malik bercerita bahwasanya:


Dari Anas bin Malik r.a pernah bercerita bahwa “Rasulullah Saw. mempunyai bentuk tubuh yang sedang, tidak tinggi dan tidak pendek, serta bentuk tubuhnya bagus. Rambutnya tidak terlalu keriting dan tidak pula lurus kaku serta warnanya (rambutnya) kehitam-hitaman. Bila Rasulullah berjalan, maka jalannya sangat cepat dan tegak." Diriwayatkan oleh Hamid bin Masadah al-‘Bashri, yang didengarnya dari Abdul Wahab ats-Tsaqafi dari Hamid yang bersumber dari Anas Malik r.a.


Terdapat pada riwayat lain yang bersumber dari Al-Barra’bin A’zaib r.a diceritakan bahwa:


“Rasulullah saw. adalah seseorang pria yang berperawakan sedang, bahunya bidang. Rambutnya lebat mencapai daun telinganya. Apabila Rasulullah mengenakan pakaian merah, tiada seseorang pun yang pernah kulihat lebih tampan daripadanya." Diriwayatkan oleh Muhammad bin Ja’far, dari Syu’bah dari Abu Ishaq yang berumber dari al-Barra’ bin Azib r.a.

 

Ketampanan serta kesempurnaan raga dan perangai rasulullah Saw juga sempat di ceritakan oleh teman rasulullah sendiri, dari Ali bin Abi Thalib r.a bercerita bahwasanya:


Rasulullah saw. tidak berperawakan terlalu tinggi dan pendek. Rasulullah berperawakan sedang diantara kaumnya. Rambutnya tidak keriting bergulung dan tidak pula lurus kaku, melainkan ikal bergelombang. Badannya tidak gemuk, wajahnya agak bundar dan dagunya tidak lancip. Kulitnya putih kemerah-merahan. Matanya hitam pekat dan bulu matanya lentik. Bahunya bidang. Rasulullah juga memiliki bulu lebat yang memanjang dari dada sampai ke pusat. Telapak tangan dan kakinya terasa tebal. Bila Rasulullah berjalan, berjalan dengan tegak seakan-akan rasulullah turun ke tempat yang rendah. Bila Rasulullah berpaling, maka seluruh badanya juga ikut berpaling. Diantara kedua bahu nabi muhammad saw terdapat Khatamun Nubuwah, yaitu tanda kenabian. Rasulullah memiliki hati yang paling pemurah di antara manusia. Ucapannya merupakan perkataan yang paling benar di antara semua orang dimuka bumi ini. Perangainya amat lembut dan beliau merupakan manusia paling ramah dalam pergaulan. Barangsiapa yang melihatnya, pastilah akan menaruh hormat dan segan padanya. Dan barangsiapa yang pernah berkumpul denganya, kemudian mengenalnya pastilah orang tersebut akan mencintainya. Orang yang menceritakan sifatnya, pastilah akan berkat, “Belum pernah aku melihat sebelum dan sesudah orang seistimewa Rasulullah saw”. Diriwayatkan oleh Ibrahim bin Muhammad, dari salah seorang putra ‘Ali bin Abi Thalib yang bersumber dari Ali bin Abu Thalib r.a. 


Bahkan dahulu, Anak tiri rasulullah Saw yang bernama Hind Abu Halah yang merupakan putra Khadijah dari suaminya terdahulu, bernama abu Halah kerap kali menceritakan perangai dan keperawakan Rasulullah Saw. Dari Hasan bin Ali r.a dikisahkan jika ia pernah bertanya kepada pamannya yang bernama Hind bin Abu Halah tentang sifat Nabi SAW., lalu Hind menanggapi bahwasannya:


“Rasulullah saw. adalah seseorang yang berjiwa besar dan berwibawa. wajahnya cerah bagaikan rembulan di malam purnama. Rasulullah lebih tinggi dari orang yang pendek dan lebih pendek dari orang yang tinggi. Rasulullah berjiwa pelindung. Rambutnya bergelombang. Apabila Rasulullah menyisir rambutnya maka dibelahlah menjadi dua. Bila tidak, maka ujung rambutnya tidak melampaui daun telinga. Rambutnya disisir rapih, sehingga tampak selalu bersih. Dahinya lebar, alisnya melengkung diibaratkan seperti dua bulan sabit yang terpisah dan diantara kedua mata indahnya terdapat urat yang tampak kemerah-merahan ketika marah. Hidungnya mancung, di puncaknya ada cahaya yang memancar hingg aorang yang tidak mengamatinya akan mengira puncak hidungnya lebih mancung. Janggutnya yang tebal serta kedua pipinya mulus dan mulutnya lebar (serasi dengan bentuk wajahnya), pada bagian giginya agak jarang teratur rapih, bulu dadanya yang halus, lehernya putih mulus dan tegak bagaikan leher kendi. Bentuk tubuhnya sedang-sedang saja, badanya berisi, perut dan dadanya sejajar, dadanya bidang, jarak antara kedua bahunya lebar dan tulang persendian nya besar. Badanya yang tidak ditumbuhi rambut nampak bersih bercahaya. Dari pangkal dari pangkal leher sampai ke pusat tumbuh bulu yang tebal bagaikan garis. Kedua susu dan perutnya bersih selain yang di sebut tadi. Pada bahu dan dada bagian atas berbulu halus. Kedua ruas tulang tangannya panjang, telapak tangannya lebar. Kedua telapak tangan dan kakinya tampak tebal, jemarinya panjang serta lekukan telapak kakinya tidak menempel ke tanah. Kedua kakinya licin sehingga air pun tak menempel. Bila ia berjalan, diangkat kekinya dengan tegap. Ia melangkah dengan mantap dan berjalan dengan sopan. Jalannya cepat, seakan-akan Rasulullah turun dari tempat yang rendah. Bila Rasulullah menoleh seseorang, maka Rasulullah memalingkan seluruh badanya. Pandangan matanya menunduk, hingga pandangan ke bumi lebih lama dari pandangannya ke langit. Pandangannya penuh makna. Bila ada sahabat berjalan, maka Rasulullah berjalan di belakangnya dan bila berpapasan maka Rasulullah menyapanya dengan salam." Diriwayatkan oleh Jami’ bin ‘Umair bin Abdurahman al-‘ajali dari warga Tamim bernama Abu ‘Abdullah dari Hind putra Abu Halah yang bersumber dari Hasan bin Ali r.a.

No comments:

Post a comment