7 Kisah Perjuangan Merawat Ibu Pertiwi - Araaita.net

Breaking News

Monday, 25 January 2021

7 Kisah Perjuangan Merawat Ibu Pertiwi

Penulis : Arika Anggraeni

Editor : Arum Putriani



Judul Film : SEMES7A

Genre : Film Dokumenter 

Sutradara : Choirunnisa

Produser : Mandy Marahimin, Nicholas Saputra 

Penulis Naskah : Aditya Ahmad 

Tanggal Rilis : 30 Januari 2020

Durasi : 72 Menit


Araaita.net-SEMES7A adalah sebuah film dokumenter yang membahas tentang upaya 7 orang dari 7 daerah dan provinsi yang berbeda dalam menjaga keseimbangan lingkungan didaerahnya. 7 orang tersebut adalah Tjokoardo Raka Kertayasa dari Bali, Agustinus Pius Inam dari Kalimantan Barat, Marselus Hasan dari Nusa Tenggara Timur, Almina Kacili dari Papua Barat, Muhammad Yusuf dari Aceh, Iskandar Warowuntu dari Yogykarta, dan Soraya Cassandra dari Jakarta. 


Ketujuh tokoh tersebut menggunakan caranya masing-masing untuk mengurangi dampak dari perubahan iklim dunia. Di Bali, gas emisi-an berhasil dikurangi hingga sepertiganya dengan adanya peringatan hari raya Nyepi. Selain itu juga berhasil menghemat 30.000 ton karbon bagi atmosfer bumi. 


Kalimantan Barat dan Aceh menghadapi permasalahan yang hampir sama, yaitu menjaga lingkungan hutan. Bedanya di Kalimantan Barat, masyarakat menjaga hutan dari penebangan liar. Sedangkan di Aceh, masyarakat menjaga populasi gajah setempat dari kepunahan. 


Di bagian Timur Indonesia, ada Nusa Tenggara Timur yang juga berjuang mengurangi polusi suara akibat generator karena tidak adanya aliran listrik. Masyarakat setempat berusaha menciptakan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), yaitu sebuah tenaga pembangkit listrik yang menggunakan air sebagai energi utamanya. 


Lebih ke timur lagi, ada Papua Barat yang mempertahankan biota laut dengan cmenggunakan cara sasi, yaitu sebuah tindakan dengan melarang orang orang untuk tidak mengambil hasil laut selama jangka waktu yang telah ditentukan. 


Dampak perubahan iklim ini hampir dirasakan oleh semua tempat didunia, tidak terkecuali pulau Jawa. Di Yogyakarta, Iskandar Warowuntu, salah seorang warga membeli sebuah lahan yang rusak untuk diperbaiki. Sama halnya dengan di Jogjakarta, di Jakarta, Soraya Cassandra, pemilik Kebun Kumara mempelopori edukasi lingkungan di kebun miliknya kepada masyarakat setempat. 


Film bertemakan lingkungan ini, bisa dinikmati melalui situs online seperti Netflix, dengan nama lain yaitu Island of Faith. Film yang berdurasi 90 menit ini mendapatkan banyak dukungan, termasuk dari The Body Shop, dan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). The Body Shop sendiri menyatakan mendukung film ini karena merasa sesuai dengan misi perusahaan, yaitu menjaga lingkungan.


Secara keseluruhan film dokumenter ini sangat bagus karena bisa mengajak kita untuk selalu menjaga lingkungan kita. Pengambilan gambar yang bagus juga mampu membuat mata kita ikut merasakan kesejukan yang disediakan oleh alam. Penyampaian dari narasumber juga sangat sederhana.  Sayangnya ada salah satu daerah, yang kurang bisa dimengerti bahasa dan nada bicaranya. Sehingga hal ini akan membuat kita sedikit kesusahan dalam menonton dan mengartikannya. 


Berbeda dengan film dokumenter lainnya, SEMES7A banyak menyuguhkan hal-hal menarik di dalamnya yang tidak akan membuat kita merasa bosan. Pengambilan gambar yang sangat cantik akan membuat kita menyadari betapa indahnya pemandangan alam jika tidak kita rusak. Film ini mengajari kita bagaimana untuk terus menjaga kelestarian alam berdasarkan apa yang ada di daerah kita masing-masing. Sehingga film ini sangat cocok untuk semua kalangan agar dapat menghijaukan kembali daerahnya.  

No comments:

Post a comment