Cita Rasa dan Tekstur Dumbleg Khas Kota Nganjuk - Araaita.net

Breaking News

Thursday, 28 January 2021

Cita Rasa dan Tekstur Dumbleg Khas Kota Nganjuk

Penulis : Nur Kholifah

Editor : Arum


Sumber google.com

Araaita.com- Dumbleg, begitu sebutannya dikalangan para penikmat kuliner. Jajanan pasar ini terbuat dari bahan dasar tepung beras. Proses pembuatan dumbleg pun sangat mudah. Mencampurkan semua bahan dumbleg pada air mendidih dan diaduk, kemudian dimasukkan ke wadah atau kemasan. Pengemasannya pun menggunakan pelepah pinang yang pinggirnya terjahit rapi dengan tali rafia. Kemudian, dumbleg disajikan dengan wadah besar yang terbuat dari anyaman bambu.


Jajanan tradisional yang sejenis dengan dumbleg seperti jenang atau dodol. Namun ketiganya memiliki cita rasa yang berbeda. Jika jenang bercita rasa manis dan dodol memiliki rasa yang manis legit bertekstur lengket, maka dumbleg memiliki rasa yang tidak terlalu manis dengan tekstur yang empuk. Dumbleg dapat diperoleh dengan kisaran harga Rp. 8000,-an.


Dumbleg memiliki dua macam rasa, yaitu dumbleg putih dan dumbleg merah. Jika dumbleg merah memiliki rasa yang tidak terlalu manis, maka dumbleg putih memiliki rasa yang gurih. Percampuran gula merah dalam olahan sangat mempengaruhi cita rasa. Keduanya hanya dibedakan dari penggunaan gula merah, bukan pada proses pembuatannya.


Sumber google.com

Jajanan tradisional ini sangat cocok dinikmati ketika masih hangat di pagi hari. Tekstur yang kenyal dan empuk, mampu membuat mulut terasa memakan squisy. Aroma yang keluar dari dumbleg pun juga terasa menggiurkan.


Dumbleg merupakan jajanan tradisional khas Nganjuk. Belum banyak orang yang tau mengenai jajanan tradisional khas Nganjuk ini, bahkan dari warga Nganjuk sekalipun. Keadaan tersebut dikarenakan kurangnya promosi dari penjual dumbleg. Akan tetapi, sampai saat ini dumbleg masih banyak diminati dan laku dipasaran. 


Dumbleg kini dapat diperoleh di pasar Kliwon Rejoso dan pasar Pon Nganjuk, tidak ada tempat lainnya selain kedua tempat tersebut. Pasar kliwon merupakan pasar tradisional yang buka disetiap hari Kliwon (weton Jawa) atau dihitung dengan lima hari, sama halnya dengan pasar Pon. (Reni Kristanti, Uniknya Dumbleg, Makanan Khas Kota Nganjuk, diakses pada web www.goodnewsfromindonesia.id pukul 23.06)


No comments:

Post a comment