“Iklan Komedi, Film Cap-Cip Top! Layaknya Sekuel Tilik” - Araaita.net

Breaking News

Thursday, 28 January 2021

“Iklan Komedi, Film Cap-Cip Top! Layaknya Sekuel Tilik”

Penulis : Tio

Editor : Nur Farida



Judul Film : Cap-Cip Top!

Genre : Film Pendek, Komedi 

Sutradara : Wahyu Agung Prasetyo

Tanggal Rilis : 23 Januari 2021

Durasi : 21 menit


Cap-Cip Top! merupakan sebuah film pendek produksi Ravacana Films hasil kolaborasi dengan sambal ABC Indonesia. Film yang berdurasi 21 menit ini membahas beberapa hal viral yang cukup relate (berhubungan, -red) dengan kehidupan kita sehari-hari, seperti permasalahan anak muda yang suka gonta-ganti pekerjaan, main game online, dan persaingan dunia usaha kuliner.


Film pendek produksi Ravacana Films ini, kembali menghadirkan sosok Bu Tejo dengan membawakan karakter ceplas-ceplos dan suka menyebarkan gosip. Sama persis seperti karakter pada film pendek Ravacana Films sebelumnya yaitu Tilik. Bu Tejo tidak sendirian, melainkan ada tokoh-tokoh yang tidak asing pula seperti, Bu Tri dan Bu Karman yang menyampaikan komedi khasnya.


Dalam ceritanya,film Cap-Cip Top! Menggambakan seperti layaknya sekuel (meneruskan unsur-unsur cerita asli, seringnya dengan karakter dan pengaturan yang sama, -red) dari film Tilik, film ini mengisahkan tentang petualangan Bu Tri yang ingin membuktikan apa yang sebenarnya terjadi sehingga membuat kedainya menjadi sepi setelah dibukanya kedai makanan milik Bu Karman dua minggu yang lalu. Bu Tri yang bersikeras bahwa Bu Karman menggunakan pesugihan akhirnya mengerti bahwa alasan sebenarnya tidak ada hubungannya dengan hal tersebut.


Tidak lain dan tidak bukan, hasutan dan gosipan dari Bu Tejo-lah yang membuat Bu Tri kemudian curiga dan menuduh Bu Karman menggunakan pesugihan kedai makanannya. Pada akhirnya, Bu Tri dibuat malu karena tuduhannya ternyata tidaklah benar mengenai rumor pesugihan kedai Bu Karman.


Wahyu Agung Prasetyo sebagai Sutradara, nampaknya paham betul bagaimana memaksimalkan potensi akting milik Siti Fauziah pemeran Bu Tejo. Penonton acapkali (sering berulang; sering terjadi, -red) dibawa gemas sekaligus kesal dengan karakter Bu Tejo yang suka ceplas-ceplos dan menuduh sembarangan.


Film terbaru dari Ravacana Films ini juga menuai berbagai pujian di kolom komentar karena peran para tokoh yang menarik dan menghibur karena alurnya yang membuat penonton selalu penasaran bagaimana tiap detik visualnya. Seperti contoh komentar dari para penontonnya,


“Sudah tau iklan, tapi tetap tonton sampe habis. Siapa? Aku,” tulis Kurnia Nia dalam kolom komentar.


“HAHAHHA kenapa sih dikemas dengan bagus dan rapih, lucu lagi, relate sama cerita sehari2. lope bu Tejo,” komen Thefilus Riri.


Hanya saja alur di awal cerita film ini terlalu mengulur waktu, dan sedikit menampilkan scene yang tidak berhubungan dengan pesan film yang sebenarnya ingin ditampilkan, akan tetapi pengambilan gambar dan sinematografi khas milik Ravacana Films tetap membuat penonton merasa nyaman untuk terus melanjutkan menonton film ini, hingga pesan makna dibalik film Cap-Cip Top! dapat dipahami oleh penonton di akhir cerita.


Secara keseluruhan film ini mengajarkan pesan tersirat dibalik setiap adegan para tokohnya, seperti contoh pada saat adegan Bu Tejo yang berusaha mempengaruhi Bu Tri, yang awalnya tidak percaya dengan hasutan Bu Tejo, Bu Tri malah menyuruh anaknya untuk memata matai warung Bu Karman. Film ini dapat membawakan pesan moral meskipun kemasan dan alurnya hampir membuat penonton tidak sadar bahwa film tersebut hanyalah sebuah iklan. Lelucon dan candaannya terasa nyata dan sering terdengar di kehidupan sehari-hari.

No comments:

Post a comment