Kisah Sang Legendaris Penyumbang Medali Emas - Araaita.net

Breaking News

Friday, 29 January 2021

Kisah Sang Legendaris Penyumbang Medali Emas

Penulis : Asri Fatkhiya Prasasti

Editor : Mita

Sumber: google.com


Judul : Susi Susanti : Love All

Genre : Biografi, Olahraga, dan Romansa

Sutradara : Sim F

Produser : Danil Mananta

Penulis Naskah : Syarika Bralini, Raditya, Raymond Lee, Daud Sumolang, Sinar Ayu Massie

Rilis : 24 oktober 2019

Durasi : 96 menit


Araaita.net-Susi Susanti, atlet bulu tangkis legendaris Indonesia yang memulai kariernya pada tahun 1989. Ia merupakan atlet yang sangat bertalenta yang telah menyumbangkan banyak medali emas kepada Negara Indonesia. Adapun prestasi yang telah diraihnya yaitu menjadi juara di Indonesian Open, menjuarai ajang bulu tangkis All England sebanyak 4 kali, dan juga menjadi juara dunia pada tahun 1993. Dengan segudang prestasinya maka kisah Susi Susanti yang diperankan oleh Laura Basuki ini diangkat dilayar lebar dan disutradarai oleh Sim F.


Semasa kecil Susi Susanti hidup dan tumbuh di Tasikmalaya bersama orang tua dan satu orang kakak yang bernama Rudi. Awal mula Susi Susanti bermain bulu tangkis ketika ia menantang juara bertahan bulutangkis di Tasikmalaya karena tidak terima kakaknya, Rudi diejek oleh lawannya. Yang pada akhirnya Susi Susanti berhasil melumpuhkan lawannya dan menjadi juara. 


Usia Remaja Susi Susanti ia habiskan untuk berlatih di Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Disana ia terus berlatih dengan giat tanpa mengingat waktu. Ketika teman-teman yang lainnya tertidur pulas di malam hari Susi Susanti tetap terus berlatih bermain bulu tangkis tanpa kenal lelah. Dari sinilah kejayaan Susi Susanti dimulai. Dimana ia berhasil memenangkan medali emas pada pertandingan Olimpiade Barcelona 1992 dan juga berhasil membawa pulang piala Sudirman.


Ditengah perjuangannya untuk mendapatkan juara olimpiade bulu tangkis, Susi Susanti menemukan kekasih hatinya yaitu Alan Budikusuma yang diperankan oleh Dion Wiyoko yang juga merupakan seorang atlet bulu tangkis di Pelantas PBSI. Hingga akhirnya ia menikah dengan Alan dan resmi memutuskan gantung raket dengan kisah segudang prestasinya. 


Dalam film ini terdapat pengetahuan sejarah penting akan perjuangan Indonesia era Orde Baru, khususnya pada masa krisis Indonesia tahun 1998 yang menimbulkan sentiment pada warga keturunan Tionghoa. Hal tersebut dialami oleh keluarga Susi Susanti dan juga para pelatih Pelatnas PBSI yang merupakan orang keturunan Tionghoa. Itu dibuktikan dengan penjarahan yang dilakukan di rumah Susi Susanti, dan juga pelatih Pelatnas PBSI yang tidak tercatat sebagai warga Negara Indonesia. 


Namun yang membuat film ini sedikit membingungkan yaitu tidak adanya Subtitle atau terjemah bahasa Indonesia ketika ada dialog bahasa asing seperti Inggris, korea dan juga bahasa daerah seperti sunda dan jawa. 


Film ini direkomendasikan bagi penonton yang ingin tahu sejarah Indonesia. Melalui film ini penonton akan disuguhkan dengan kisah sejarah Indonesia pada masa Orde Baru yang dikemas secara unik dan juga tidak membosankan. Film ini juga cocok untuk anak muda agar terus semangat. 


Film ini mempunyai tagline “Love All” yang berarti Cinta Untuk Semua, yaitu kecintaan Susi Susanti kepada bulu tangkis, Indonesia, keluarga, dan juga pasangan. 

No comments:

Post a Comment