Organisasi Ajang Popularitas dan Cari Jodoh, Benarkah? - Araaita.net

Breaking News

Monday, 11 January 2021

Organisasi Ajang Popularitas dan Cari Jodoh, Benarkah?

 Penulis: Rafika Wahyuni Melina

 

Mahasiswa dan organisasi merupakan satu kesatuan yang tidak bisa terpisahkan. Tanpa adanya organisasi, mahasiswa bagai sebutir debu yang tiada arti, sekali ditiup hilang tak berarti.

 

Organisasi bagi mahasiswa adalah hembusan nafas mereka. Disitu mereka bebas untuk meng-explore apa yang mereka ingin lakukan. Organisasi adalah wadah untuk mahasiswa mengekspresikan dirinya dengan baik. Selain itu, ketika mengikuti organisasi banyak manfaat yang bisa diperoleh, seperti menambah wawasan, ilmu, memiliki jaringan relasi yang luas, dan mengasah skill.

 

Dan banyak dari mahasiswa yang mengikuti lebih dari satu organisasi sebab ingin menambah wawasan serta mengasah skill yang tidak bisa ia dapatkan di bangku perkuliahan. 

 

Seperti seorang mahasiswa yang kuliah di jurusan komunikasi. Tentu materi yang ia dapat pasti berkutat dengan jurusannya, sedangkan ia memiliki hobi mendaki, namun hobinya itu tidak bisa ia salurkan di jurusannya, sehingga ia mengikuti organisasi yang berhubungan dengan mendaki. Selain hobi mendaki, ia juga memilki keinginan untuk berbisnis, sehingga ia juga gabung dalam organisasi yang berkutat dengan bisnis.

 

Ada pula mahasiswa yang mengikuti banyak organisasi karena ingin mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pedidikan perkuliahan di tingkat selanjutnya. Seperti salah satu lembaga beasiswa, ada yang menjadikan aktif di organisasi sebagai persyaratan utama selain nilai tes TOEFL dan IELTS

 

Tidak hanya untuk mencari beasiswa saja, pengalaman dengan mengikuti banyak organisasi menjadikan nilai tambah ketika mahasiswa mencari pekerjaan setelah lulus dari bangku perkuliahan. Karena, ketika interview sering kali interviewer menanyakan “Apakah saudara/i memiliki pengalaman organisasi?”. Tentu itu menjadi pemacu mahasiswa untuk mengikuti organisasi tidak cukup hanya satu melainkan lebih dari satu. Bahkan, ada yang sampai mengikuti 4-5 organisasi di bidang yang berbeda.

 

Akan tetapi, tidak sedikit mahasiswa yang mengikuti banyak organisasi hanya sebagai tempat untuk mendapatkan popularitas tanpa memiliki niat untuk mengembangkan diri. Bahkan, menjadikan organisasi tempat untuk numpang nama atau cari eksistensi belaka.  Ada juga, mahasiswa yang menjadikan organisasi sebagai tempat untuk mencari jodoh. 

 

Melihat hal seperti itu, sangat rugi bila mahasiswa hanya mencari popularitas, tapi tidak bisa memanfaatkan dengan sebaik mungkin. Walaupun kerugian yang dialami tidak terlihat secara fisik, tapi hal itu akan ia rasakan dalam kehidupan sehari-hari dan nantinya akan menyesal kenapa ia menyia-nyiakannya.

 

Contoh kecilnya, ketika ia berada di kelas dan sedang mendisukusikan sesuatu hal yang berkaitan dengan materi mata kuliah, yang sebelumnya sudah pernah menjadi bahasan di salah satu organisasi yang ia ikuti, ia tentu akan merasa “Oh ya, ini kan sudah pernah dibahas” dan sayang sekali ia tidak memerhatikannya. Sangat rugi bukan?

 

Lucu juga untuk mahasiswa yang mencari jodoh. Namun, jika memang jodohnya ada di salah satu organisasi yang ia ikuti, berarti itu memang takdir dari Allah. Asalkan, ketika sudah mendapatkan jodoh jangan meninggalkan organisasi yang ia ikuti. Ada istilah jawa “nyemplung sekalian teles” maksudnya, kalau sudah ikut sesuatu sekalian dituntaskan sampai selesai, jangan cuma ikut kemudian di tengah jalan putus, kan jadinya rugi sendiri.

 

Jadi, mengikuti banyak organisasi itu wajar dan boleh saja untuk mencari popularitas ataupun mencari jodoh namun jangan lupakan hakikat menjadi seorang organisatoris yang akan memberikan manfaat pada diri kita, dan jadikan organisasi sebagai wadah kita untuk berekspresi dan berkarya.

 

No comments:

Post a comment