Percuma Saja, Kuliah Tidak Akan Membuatmu Sukses - Araaita.net

Breaking News

Friday, 29 January 2021

Percuma Saja, Kuliah Tidak Akan Membuatmu Sukses

Penulis: M. I'anur Rofi'

Editor: Riza Evi Mahendri

Sumber: Pinterest


Menjelang musim penerimaan mahasiswa baru, banyak kampus yang melakukan sosialisasi untuk mempromosikan institusi pendidikannya kepada para mahasiswa/mahasiswi tingkat SLTA dan orangtua. Mereka selalu menggembor-gemborkan betapa pentingnya melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, hingga benefit yang didapatkan calon mahasiswa ketika mendaftar ke dalam perguruan tinggi mereka. 


Tak jarang sebagian dari calon mahasiswa (atau bahkan orang tua) seakan-akan menyiratkan ‘percuma’ melanjutkan studi yang lebih tinggi sehingga menyurutkan semangat calon mahasiswa atau bahkan mahasiswa itu sendiri.


“Untuk apa sekolah tinggi-tinggi? Toh disana banyak orang-orang yang tidak kuliah tapi mereka bisa sukses dan kaya raya? Apakah dengan kuliah, kalian akan menjadi orang yang sukses?” kurang lebih seperti itu.


Mari kita jawab, merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari 2018 dan 2019 dalam presentase pengangguran TPT menurut pendidikan, angka pengangguran di Indonesia lebih didominasi oleh lulusan tingkat SMA/SMK. Ironisnya angka pengangguran yang paling tinggi justru didominasi oleh SMK (8,63%) sebagai sekolah yang digembor-gemborkan oleh pemerintah sebagai sekolah yang siap bekerja, disusul diploma dan SMA(6,89%).

Sumber google.com


Dapat dilihat dari data statistik tersebut menunjukkan kondisi sebenarnya di lapangan. Kalian pasti pernah mendengar pendapat bahwa ‘seseorang yang lulusan SMA bisa menjadi bos dari seorang Sarjana’ sebenarnya tidak begitu salah karena mungkin hal tersebut memang ada. Namun, apakah hal tersebut cukup untuk mewakili kondisi yang sebenarnya? Perlu dikaji bahwa rata-rata mereka yang lulusan SMA bisa sukses, bisa jadi orang tua mereka adalah juragan tanah atau bos disuatu perusahaan dan dia dimodali untuk menjalankan bisnis mereka.


Apakah perguruan tinggi menjamin masa depan seseorang?


Apabila terdapat orang-orang sukses yang tidak melewati jenjang akademis seperti Bil Gates, Mark Zuckerberg atau ibu Susi Pudjiastuti misalnya, apakah kalian yakin hal terebut akan menimpa kalian juga? Saya rasa tidak!


Coba kalian renungkan sekali apakah kesuksesan kalian hanya sebatas mendapatkan gelar? bukan munafik tapi sebagian pasti menjawab ‘iya’ karena apa? Karena kita sadar bahwa yang menjadi faktor utama dalam menentukan kesuksesan adalah kerja keras, usaha dan do’a yang kalian wujudkan selama masa kuliah. 


Ada banyak lulusan perguruan tinggi yang belum mendapatkan pekerjaan dan masih menganggur hingga sekarang, sedangkan jumlah sarjana semakin banyak setiap tahunnya, disamping itu lapangan pekerjaan juga semakin terbatas jumlahnya. Belum lagi sarjana yang memiliki nilai tinggi dan lulusan luar negeri, maka kalian akan bersaing dengan mereka. Banyaknya lulusan perguruan tinggi yang menganggur juga sebagai tanda adanya ketidaksesuaian permintaan pasar tenaga kerja yang ada. 


Jadi kenyataannya apakah perguruan tinggi juga menjamin masa depan lulusannya? Jawabannya ‘tidak’ bahkan perguruan tinggi tidak menjamin masa depan yang kalian inginkan. Sebuah penegasan bahwa “satu-satunya yang menjamin kesuksesan dan masa depan mu adalah usaha dan kerja keras dari diri kamu sendiri”. 


Perguruan tinggi bukanlah sebuah pabrik yang memproduksi orang-orang berpendidikan tinggi, akademisi, tenaga ahli atau sarjana lantas mendistribusikannya kepada pihak-pihak yang memerlukan. Perguruan tinggi tidak melakukannya, yang ada kalian dilepas ke tempat yang sangat mengerikan yang disebut dengan dunia nyata.(Ian) 

No comments:

Post a comment