Pro Kontra Vaksinasi Covid-19 di Indonesia - Araaita.net

Breaking News

Wednesday, 27 January 2021

Pro Kontra Vaksinasi Covid-19 di Indonesia

Penulis : Dina Putri

Editor  : Mitha


Munculnya virus corona sangat membawa dampak besar bagi masyarakat luas hingga belahan dunia. Banyak upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah seperti protokol kesehatan hingga saat ini ditemukannya enam vaksin yang sudah ditetapkan untuk dipakai di Indonesia. Dilansir dari detik.com salah satunya ialah Vaksin Sinovac yang merupakan buatan Cina dan akan segera dilakukan pemrogaman vaksinasi Covid-19 secara serempak. 


Sebelum diberikan kepada masyarakat luas, Vaksin Sinovac ini telah diuji klinis di kantor pusat Bio Farma yang berada di Bandung, Jawa Barat dan sudah mendapatkan izin penggunaan darurat dari BPOM dan MUI. 


Program vaksinasi Covid-19 akan dilakukan secara bertahap, pada gelombang pertama ditandai dengan penyuntikan vaksin kepada Bapak Presiden RI Joko Widodo. Kemudian dilanjut oleh beberapa pejabat dan tokoh publik juga turut menerima vaksin di hari yang sama.


Namun sayang, program pemerintah yang begitu gencar untuk membantu serta memulihkan bidang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, menuai pro dan kontra. Penolakan Vaksinasi Covid-19 ini karena pengaruh dari banyak pihak jika vaksin memiliki efek samping dan berbahaya. Sehingga banyak dari kalangan masyarakat yang enggan untuk divaksin. Diketahui bahwa anggota DPR sendiri Ribka Tjiptaning dalam forum resmi legislatif menyatakan menolak Vaksinasi Sinovac yang merupakan buatan perusahaan Farmasi  asal Cina. 


Sementara itu warganet yang melakukan penolakan vaksin dikalangan jagat maya ramai di akun Twitter. Dilansir dari google.com salah satunya adalah pemuda asal Aceh, Yulzi Muanmmar menolak vaksin dengan alasan cemas bakal ada efek samping yang mengganggu kesehatannya. Dia baru bersedia menerima vaksin jika situasinya darurat, hal ini juga diwarnai pro dan kontra. 


Tidak hanya itu masyarakat juga masih ragu dan bertanya-tanya mengenai Vaksinsi Covid-19, jika dinilai dari segi agama apakah aman atau halalkah. Bahkan masyarakat juga menuai kekhawatiran dan mempertanyakan apakah vaksin nantinya akan diberikan secara gratis atau bahkan vaksin yang diberikan secara palsu. 


Penolakan terhadap Vaksin Covid-19 yang telah dinyatakan aman, halal, dan suci oleh BPOM dan MUI masih saja terjadi di kalangan masyarakat. Padahal Presiden Joko Widodo sudah menjadi orang pertama yang di vaksin, bahkan beberapa pejabat serta tokoh publik lainnya pun  juga turut melakukan program vaksinasi. 


Kehadiran vaksin menjadi salah satu yang sangat  dinanti-nanti sejak pandemi Covid-19 berlangsung. Setiap negara berupaya agar dapat menemukan formula baru untuk bisa mengatasi wabah dari virus corona ini. 


Alih-alih isu pro dan kontra yang selalu datang dari kalangan masyarakat. Pengaruh dari masyarakat setelah dilakukan penyuntikan vaksin malah terpapar positif Covid-19, membuat masyarakat yang lainnya pun ikut resah dan khawatir. 


Menurut Kusnandi Rusmil Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Unpad, terpaparnya sejumlah relawan di Bandung pasca penyuntikan adalah wajar. Sebabnya, para relawan tidak dilarang untuk beraktivitas. Sehingga bisa saja mereka bertemu dengan orang yang sudah terpapar postif Corona, dikutip dari CNN Indonesia.


Hal yang serupa juga diungkap oleh ahli Epidemiologi FKM UI, Pandu Riono. “vaksinasi hanya cegah agar orang yang divakinasi tak sakit Covid-19 yang sampai dirawat di RS, dengan angka kematian yang tinggi”.


Umumnya pemberian vaksin juga harus dalam keadaan baik-baik saja dan kekebalan tubuhnya stabil. Bagi yang sedang sakit maka sebaiknya menunda terlebih dulu untuk pemberian vaksin. 


Memang kehadiran atau datangnya vaksin ini belum seluruhnya membuat pandemi usai. Keberhasilan program vaksinasi menjadi kunci untuk keluar dari masa pandemi. Sosialisasi, edukasi, dan membangun kepercayaan publik akan vaksin yang diberikan benar-benar aman, halal, dan suci harus dilakukan demi mencapai imunitas kelompok. Dengan demikian, kepada masyarakat sebaiknya jangan pernah takut untuk menerima vaksin, serta selalu percaya diri, berdoa dan berpikir positif agar tetap selalu diberi perlindungan dan kesehatan.

No comments:

Post a Comment