Bo Liem, Onde-onde yang Sudah Melegenda Sejak 1929 - Araaita.net

Breaking News

Monday, 1 February 2021

Bo Liem, Onde-onde yang Sudah Melegenda Sejak 1929

 Penulis : Arika Anggraeni 

Editor : Mita


Sumber: google.com


Araaita.net-Selain sebagai kota yang penuh dengan wisata sejarahnya, Mojokerto juga memiliki banyak jajanan tradisional yang cukup terkenal. Salah satunya onde-onde. 


Dilansir dari food.detik.com, jajanan bulat ini sebenarnya bukan berasal dari Indonesia, melainkan dari China. Dulunya, masyarakat China menggunakan pasta gula merah sebagai isian, tetapi pada saat itu masyarakat memodifikasi isiannya menggunakan tumbukan kacang hijau dan parutan kelapa. 


Berbeda dengan modifikasian masyarakat sebelumnya, di toko Bo Liem Jr Yanik, onde-onde dimodifikasi menggunakan berbagai jenis isian. Seperti coklat, keju, pisang, strawberry, nangka bahkan durian. Kita dapat dengan bebas memilih varian mana yang kita inginkan. 


Disini kita dapat melihat bagaimana proses pembuatan hingga pembungkusan onde-onde. Karena dapur yang digunakan tidak dipisah melainkan dijadikan satu dengan tokonya. Hal yang unik dari dapur tersebut adalah tempat penggorengan berukuran raksasa yang terletak tepat di depan toko. Sehingga proses penggorengan pun dapat dilihat oleh para pengunjung. 


Penyajiannya pun sangat unik. Jika di toko lain, onde-onde hanya akan diberi kertas roti dibawahnya, maka di Bo Liem ini onde-onde dibungkus plastik terlebih dahulu baru dimasukkan ke dalam kardus, sehingga dapat terjamin kebersihannya dan dapat terjaga keawetannya. 


Bo Liem sendiri sudah ada sejak tahun 1929 dan sudah diturunkan secara turun temurun hingga sekarang. Sehingga dengan resep yang turun temurun tersebut, mampu menghasilkan cita rasa yang khas dan tetap terjaga. 


Jajanan bulat dengan taburan biji wijen itu dapat kita temukan di Jalan Empu Nala no 43, Margelo, Balongsari, Kec. Magersari, Kota Mojokerto. Dengan merogoh kocek sebesar Rp. 40.000,00 kita sudah bisa mendapatkan 10 buah onde-onde dengan berbagai macam varian rasa. 

No comments:

Post a Comment